Produk Kelas 4-5-6 SD Kurikulum 2013 (semester)

Berikut ini contoh video pelajaran Matematika Kelas 6 SD

Detail Materi

Di bilangan cacah diketahui istilah nama bilangan, lambang bilangan, nilai tempat dan nilai angka.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini :

Selisih nilai angka 1 dan 5 pada bilangan 140.752 adalah . . .

Menaksir operasi hitung adalah memperkirakan hasil operasi hitung. Penaksiran terbagi menjadi :

  1. Taksiran Atas

Taksiran atas dilakukan dengan membulatkan ke atas bilangan-bilangan dalam operasi hitung.

       b. Taksiran Bawah

Taksiran bawah dilakukan dengan membulatkan ke bawah bilangan-bilangan dalam operasi hitung.

       c. Taksiran Terbaik

Taksiran terbaik dilakukan dengan membulatkan bilangan-bilangan dalam operasi hitung menurut aturan pembulatan.


Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

                      1.709 – 325 = . . .

Taksiran tinggi             =  . . .

Taksiran rendah          =  . . .

Taksiran terbaik           =  . . .

 

Sifat komutatif juga disebut dengan sifat pertukaran. Apabila ada penjumlahan atau perkalian dua buah bilangan. Jika kedua bilangan ditukarkan hasilnya tetap sama.

    a). Sifat komutatif pada penjumlahan, bentuknya: a + b = b + a

    b). Sifat komutatif pada perkalian, bentuknya: a x b = b x a

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini :

Hitunglah dengan menggunakan sifat komutatif !

39  \(\times\)  56  =  . . . \(\times\)  39

 

Dalam operasi hitung penjumlahan terdapat beberapa contoh cara seperti :

a. Positif + Negatif
   Contoh :
   6 + (-5) = 6 - 5 = 1
   6 + (-7) = 6 - 7 = -1
b. Negatif + Positif
   Contoh :
   -6 + 5 = 5 - 6 = -1
   -6 + 7 = 7 - 6 = 1
c. Negatif + Negatif
   Contoh :
   -6 + ( -5 ) = -11
   -6 + ( -7 ) = -13

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini :

Gunakan garis bilangan untuk menyelesaikan soal berikut ini!

-7 + (-9) = . . .

 

Menurut sejarah, bilangan Romawi sudah ada sejak 300 SM. Awalnya sistem  perhitungannya diadaptasi dari system perhitungan milik bangsa Etruscan. Begitupun bilangan-bilangannya, mirip banget dengan bilangan-bilangan milik bangsa Etruscan (disimbolkan berdasarkan huruf dan gambar). Angka 'I' dan 'V' dalam bilangan Romawi terinspirasi dari bentuk tangan. Garis yang miring mewakili jempol. Yang kemudian menjadi simbol '5' yang merupakan alat hitung alami. Sedangkan angka X lambang dari '10', adalah gabungan dua garis miring yang melambangkan '5'. Dan 'L' ,'C' ,'D', dan 'M', yang secara urut mewakili '50', '100', '500', dan '1.000', merupakan modifikasi dari simbol 'V' dan 'X'.

Secara umum, bilangan Romawi terdiri dari 7 angka (dilambangkan dengan huruf) sebagai berikut.
I melambangkan bilangan 1
V melambangkan bilangan 5
X melambangkan bilangan 10
L melambangkan bilangan 50
C melambangkan bilangan 100
D melambangkan bilangan 500
M melambangkan bilangan 1000

     Contoh

Bilangan terkecil dari LXIV, XLVIII, LXXXV dan LXXII adalah . . .

Kelipatan suatu bilangan merupakan bilangan-bilangan hasil penjumlahan dengan bilangan yang sama secara terus menerus atau hasil perkalian bilangan tersebut dengan bilangan asli. Selain kelipatan, setiap bilangan juga mempunyai faktor. Faktor adalah pembagi dari suatu bilangan, yaitu bilangan-bilangan yang membagi habis bilangan tersebut.

Kelipatan dan faktor persekutuan adalah kelipatan atau faktor yang sama dari bilangan-bilangan tersebut. 

Kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari dua bilangan adalah kelipatan persekutuan bilangan - bilangan tersebut yang nilainya paling kecil. KPK dari dua buah bilangan atau lebih adalah bilangan bukan nol (0) yang merupakan anggota terkecil dari himpunan kelipatan persekutuan bilangan-bilangan itu.

Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari beberapa bilangan merupakan faktor bersama yang terbesar dari beberapa bilangan. FPB dari dua bilangan atau lebih adalah bilangan terbesar dari faktor-faktor persekutuan bilangan-bilangan itu.

Kelipatan suatu bilangan dapat ditentukan dengan cara mengalikan suatu bilangan dengan bilangan asli secara berurutan.

Contoh :

Kelipatan dari 8 adalah 8,16,24,32,...

Kelipatan dari 15 adalah 15,30,45,60,...

Kelipatan persekutuan adalah bilangan yang sama dan merupakan kelipatan kedua bilangan atau lebih.
Contoh:
Kelipatan Persekutuan dari 4 dan 6 :
Kelipatan dari 4 adalah 4,8,12,16,20,24,28,32,36,40,44,48,...
Kelipatan dari 6 adalah 6,12,18,24,30,36,42,48,54,...
Kelipatan persekutuan dari 4 dan 6 adalah 12,24,36,48,...

 

Pecahan dapat diurutkan dari yang terbesar atau dari yang terkecil. Ada beberapa cara mengurutkan pecahan yaitu, jika penyebut sudah sama maka tinggal diurutkan pembilangnya (sesuai soal dari terkecil atau dari terbesar). Apabila dua pecahan memiliki penyebut yang sama, pecahan yang memiliki pembilang yang lebih besar, nilainya lebih besar daripada pecahan yang pembilangnya lebih kecil. Apabila dua pecahan memiliki pembilang yang sama, maka pecahan yang penyebutnya lebih besar, nilainya lebih kecil daripada pecahan yang penyebutnya lebih kecil.

 

Skala merupakan perbandingan jarak, bentuk, dan ukuran yang tergambar di peta dengan keadaan sesungguhnya di lapangan. Skala dapat dinyatakan dalam bentuk numerik (angka), skala grafik (tongkat), dan skala verbal.

Untuk menentukan skala, jarak peta dan jarak sebenarnya dapat dihitung dengan menggunakan rumus.

JS =JP x S


Di mana :

JS adalah jarak sebenarnya

JP adalah jarak pada peta

    S adalah skala

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Dibawah ini adalah denah kebun Pak Santosa.

Skala 1 : 4.400

a. Berapa are luas kebun sebenarnya?

b. Jika seperempat bagian kebun ditanami singkong, lima per delapan ditanami jagung dan sisanya ditanami ubi. Berapa m2 yang ditanami ubi?

Pada  bab ini akan membahas tentang berapa banyak pohon atau tiang yang terdapat pada dua sisi jalan dengan panjang jalan yang sudah diketahui.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Panjang sebuah jalan 8 km, di kanan kiri jalan ditanami pohon yang berjarak 16 m. Berapa banyak pohon seluruhnya?

 

Bruto, netto dan tara adalah istilah-istilah yang berkaitan dengan berat barang. Bruto adalah berat kotor suatu barang yaitu berat bersih dan berat kemasan. Netto adalah berat bersih atau berat sebenarnya dari suatu barang. Sedangkan tara adalah potongan berat suatu barang, yaitu berat kemasan. Kemudian istilah berikutnya dalam dunia perdagangan adalah Rabat atau diskon merupakan potongan harga yang diberikan oleh penjual kepada pembeli barang dagangannya.

Pada subbab ini kita dapat menghitung nilai bruto, tarra dan netto berdasarkan persentase yang diketahui.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Berat bruto biji kopi 9 kuintal, tarra 4%. Harga netto Rp 3.500,00 per kg. Berapa yang harus dibayar ?

Bunga bulanan adalah bunga yang dihitung berdasarkan jumlah bulan dalam satu tahun. Atau bisa dikatakan sebagai bunga tabungan yang didapat dari hasil tabungan bulanan. 1 tahun = 12 bulan.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Setelah menabung selama 12 hari dengan suku bunga 30%, Ratna mendapat bunga sebesar Rp 6.000,00. Berapakah uang yang di tabung oleh Ratna?

Pada bab kali ini, kita akan menghitung jumlah mula – mula baik pada uang sebelum dibelanjakan ataupun pada jumlah benda sebelum digunakan.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Mula-mula Pak Udin mengerjakan seperempat bagian dari kebunnya, kemudian dikerjakan lagi 250 m2, yang belum dikerjakan tinggal 350 m2 lagi. Berapa luas kebun Pak  Udin?

Harga pembelian adalah harga yang diperoleh oleh pedagang ketika membeli barang – barang dagangan dari produsen (pabrik atau grosir). Harga penjualan adalah harga yang ditentukan oleh pedagang ketika menjual barang – barang dagangan ke konsumen (pembeli). Untung (laba) diperoleh jika harga penjualan lebih besar daripada harga pembelian. Sebaliknya rugi terjadi jika harga penjualan lebih kecil daripada harga pembelian.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

      Jumlah pembelian dan penjualan Rp 73.100,00. Berapakah harga pembelian dan penjualan, jika rugi \(11\frac{1}{9}\)%?

 

Bangun ruang disebut juga bangun tiga dimensi. Bangun ruang merupakan sebuah bangun yang memiliki ruang yang dibatasi oleh beberapa sisi. Jumlah dan model sisi yang membatasi bangun tersebut menentukan nama dan bentuk bangun tersebut. Misalkan :

  1. Bangun yang dibatasi oleh 6 sisi yang sama ukuran dan bentuknya, disebut bangun kubus
  2. Bangun yang dibatasi oleh 6 sisi yang mempunyai ukuran panjang dan lebar (persegi panjang) disebut bangun balok dan prisma
  3. Bangun yang dibatasi oleh sisi lengkung dan dua buah lingkaran, disebut bangun tabung

Prisma adalah bangun ruang yang memiliki bidang alas dan bidang atas (atap/tutup) yang sejajar dan kongruen (sama), lalu sisi lainnya berbentuk jajar genjang atau persegi panjang yang tegak lurus ataupun tidak tegak lurus terhadap bidang alas dan bidang atasnya. Prisma segitiga adalah prisma yang bentuk alas dan atapnya berbentuk segitiga. Dan pada subbab ini akan dibahas tentang sifat – sifat bangun ruang Prisma tegak Segitiga.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Aku adalah sebuah bangun ruang yang memiliki 2 sisi berhadapan berbentuk segitiga yang sama dan sebangun. Aku juga mempunyai 3 sisi berbentuk persegi panjang. Jumlah rusukku ada 9 dan titik sudutku ada 6, Siapakah aku ?

 

Pada subbab ini akan dibahas tentang cara – cara dalam mencari nilai dari suatu campuran.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Tukang parkir dalam sehari menerima uang setoran parkir sebesar Rp 350.000,00 dan kendaraan yang diparkir adalah kendaraan sepeda motor dan mobil. Tercatat jumlah kendaraan yang diparkir pada hari itu ada 500 kendaraan. Tarif parkir mobil Rp 1.000,00 dan sepeda motor Rp 500,00 sekali parkir. Berapa unit sepeda motor dan berapa kendaraan mobil yang diparkir hari itu?

 

Secara umum didefinisikan sebagai sebuah kegiatan aktif yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan sebuah karya bernilai imbalan dalam bentuk uang bagi seseorang. Dan dalam bab ini akan dipelajari tentang cara menentukan lama bekerja seseorang atau sekelompok orang dalam menyelesaikan satu pekerjaan. Sehingga pekerjaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih sampai selesai.

Pada sub bab ini akan dibahas tentang rumus untuk menentukan lama bekerja seseorang atau lebih dalam menyelesaikan satu pekerjaan.

 

Data adalah keterangan yang benar dan nyata yang dapat dijadikan dasar dari suatu kesimpulan. Data dalam matematika biasa disajikan dalam bentuk bilangan – bilangan. Contoh jumlah siswa kelas 6 yang berulang tahun pada bulan – bulan yaitu Januari 2 siswa, Februari 6 siswa, Maret 5 siswa April 4 siswa dan seterusnya. Kemudian dari data tersebut dapat disajikan ke tabel maupun diagram.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Perhatikan diagram di bawah ini !

a. Jika panen kedelai 60 ton,  hitunglah hasil panen seluruhnya?

b. Tentukan hasil panen padi?

c. Tentukan hasil panen jagung?

Pada subbab ini akan dibahas dua macam simetri yaitu simetri lipat dan simetri putar. Simetri lipat adalah gerak lipat yang memindahkan bangun itu ke bangun itu sendiri. Suatu bangun dikatakan mempunyai simetri lipat apabila bangun tersebut dapat dilipat menjadi dua bagian yang sama persis dan sisi-sisi lipatannya saling berimpit dengan tepat. Sama persis artinya sama bentuk serta ukuran. Lawan bangun simetris adalah bangun tidak simetris atau bangun asimetris. Simetri lipat disebut juga simetri garis, simetri sumbu, simetri cermin atau simetri balik. Garis putus – putus atau bekas lipatan disebut sumbu simetri.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

      Berapakah jumlah simetri lipat dari huruf-huruf yang membentuk kata “ PRESTASI ”?

Pada subbab ini akan dijelaskan tentang satuan waktu dan cara menghitungnya.

 

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

8 jam 20 menit 40 detik - 3 jam 45 menit 55 detik = . . .

 

Pada subbab ini akan dijelaskan tentang macam - macam konversi dari satuan waktu dan cara menghitungnya.

 

 

Bangun  datar  merupakan  sebuah  bangun  berupa  bidang  datar yang dibatasi oleh beberapa ruas garis. Luas adalah daerah yang dibatasi oleh garis sisi sedangkan keliling adalah jumlah panjang garis yang membatasi suatu daerah. Luas dan keliling bangun datar yang akan dibahas pada bab ini diantaranya persegi, persegi panjang, segitiga, jajar genjang, belah ketupat, trapezium, layang – layang dan lingkaran.

Lingkaran adalah lengkung tertutup yang semua titik-titik pada lengkung itu berjarak sama terhadap suatu titik tertentu dalam lengkungan itu. Titik pusat lingkaran adalah titik yang terletak di tengah-tengah lingkaran. Jari-jari lingkaran adalah garis dari titik pusat lingkaran ke lengkungan lingkaran. Diameter adalah garis lurus yang menghubungkan dua titik pada lengkungan lingkaran dan melalui titik pusat.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Trapesium merupakan segi empat yang memiliki satu pasang sisi yang berhadapan dan saling sejajar. Dan pada subbab ini akan dibahas tentang cara menentukan luas dan keliling dari bangun datar Trapesium.

 

Prisma adalah bangun ruang yang memiliki bidang alas dan bidang atas (atap/tutup) yang sejajar dan kongruen (sama), lalu sisi lainnya berbentuk jajar genjang atau persegi panjang yang tegak lurus ataupun tidak tegak lurus terhadap bidang alas dan bidang atasnya. Prisma segitiga adalah prisma yang bentuk alas dan atapnya berbentuk segitiga. Dan pada subbab ini akan dibahas tentang sifat – sifat bangun ruang Prisma tegak Segitiga.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Bangun di bawah ini disebut . . .

 

BAB 22 SIFAT - SIFAT BANGUN (Contoh Soal - Prisma)

Prisma adalah bangun ruang yang memiliki bidang alas dan bidang atas (atap/tutup) yang sejajar dan kongruen (sama), lalu sisi lainnya berbentuk jajar genjang atau persegi panjang yang tegak lurus ataupun tidak tegak lurus terhadap bidang alas dan bidang atasnya. Prisma segitiga adalah prisma yang bentuk alas dan atapnya berbentuk segitiga. Dan pada subbab ini akan dibahas tentang sifat – sifat bangun ruang Prisma tegak Segitiga.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Bangun di bawah ini disebut . . .

 

 

Head Office

Alamat lengkap kantor pusat kami

 Jl. Telaga Murni 1, Ruko Danau Sunter Mas No. D3 & D5, Sunter Jaya, Tanjung Priok - Jakarta Utara

 (021) 2265 2392/94 ext 100 WA 0878 8361 3000

 Fax. (021) 6531 3626

Our Testimonial

Apa kata mereka tentang seratus institute

seratusinstitute.com adalah suatu website yang sangat bermanfaat terutama buat kami para pelajar karena dapat belajar matematika, fisika, kimia dimanapun dan kapanpun. Juga karena terdapat video belajar yang dapat dilihat berulang-ulang sehingga kami dapat mengingat pelajaran dengan baik

Raisa Riupassa

Kelas 10 - SMA Santa Ursula, Bsd

Our Social Media

Gabung dan ikuti social media kami

TOP