Produk Fisika Kelas 10 SMA

Berikut ini contoh video pelajaran Fisika Kelas 10 SMA

Detail Materi

Salah satu materi dalam Bab Besaran dan Satuan adalah Pengukuran. Salah satu contoh alat ukur adalah Jangka Sorong. Jangka sorong adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur panjang. Pada video ini dijelaskan cara membaca angka pada Jangka Sorong

Contoh Soal :

Tentukan panjang benda yang diukur dengan jangka sorong, seperti pada gambar berikut ini.

Besaran terbagi atas dua macam, besaran skalar dan besaran vektor. Pada video ini disebutkan beberapa contoh besaran skalar dan besaran vektor.

Notasi suatu vektor bisa digambarkan dengan anak panah. Yang mana titik awalnya sebagai pangkal vektor dan ujung akhirnya sebagai kepala vektor

Salah satu materi dari Bab Gerak Lurus adalah Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB). Salah satu contoh Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) adalah pengereman mobil. Pada video ini dijelaskan contoh soal pengereman mobil

Contoh Soal :

Ada satu mobil Nascar yang mula – mula diam kemudian bergerak selama 20 s dan kecepatan akhirnya 250 m/s, berapa percepatan yang dialami mobil itu?

Di dalam fisika, kecepatan sudut adalah besaran vektor (lebih tepatnya, vektor semu) yang menyatakan frekuensi sudut suatu benda dan sumbu putarnya. Satuan SI untuk kecepatan sudut adalah radian per detik, meskipun dapat diukur pula menurut derajat per detik, rotasi per detik, derajat per jam, dan lain-lain. Ketika diukur dalam putaran per waktu (misalnya rotasi per menit), kecepatan sudut sering dikatakan sebagai kecepatan rotasi dan besaran skalarnya adalah laju rotasi. Kecepatan sudut biasanya dinyatakan oleh simbol omega (ω). Arah vektor kecepatan sudut adalah tegak lurus dengan bidang rotasi, dalam arah yang biasa disebut kaidah tangan kanan.

Gambar ini menunjukkan arah kecepatan sudut suatu partikel yang bergerak berlawanan jarum jam adalah ke atas tegak lurus bidang.

Hukum Newton tentang gerak  adalah tiga hukum fisika yang menjadi dasar mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya. Hukum ini telah dituliskan dengan pembahasaan yang berbeda-beda selama hampir 3 abad, dan dapat dirangkum sebagai berikut:

  1. Hukum Pertama: setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut. Berarti jika resultan gaya nol, maka pusat massa dari suatu benda tetap diam, atau bergerak dengan kecepatan konstan (tidak mengalami percepatan). Hal ini berlaku jika dilihat dari kerangka acuan inersial.
  2. Hukum Kedua: sebuah benda dengan massa M mengalami gaya resultan sebesar F akan mengalami percepatan a yang arahnya sama dengan arah gaya, dan besarnya berbanding lurus terhadap F dan berbanding terbalik terhadap M. atau F = M . a. Bisa juga diartikan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan turunan dari momentum linear benda tersebut terhadap waktu.
  3. Hukum Ketiga: gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan segaris. Artinya jika ada benda A yang memberi gaya sebesar F pada benda B, maka benda B akan memberi gaya sebesar –F kepada benda A. F dan –F memiliki besar yang sama namun arahnya berbeda. Hukum ini juga terkenal sebagai hukum aksi-reaksi, dengan F disebut sebagai aksi dan –F adalah reaksinya.

Sir Isaac Newton pada tahun 1689

Salah satu materi dalam bab Elastisitas adalah membahas Hukum Hooke pada kawat. Contoh soal pada materi hukum Hooke ini adalah menghitung pertambahan panjang kawat apabila kawat ditarik oleh suatu gaya.

Contoh Soal :

Sebuah beban 20 N digantungkan pada kawat yang panjangnya 3 m dan luas penampang­nya 8 x l0–7 m2 hingga menghasilkan pertam­bahan panjang 0,1 mm. Hitung :

  1. tegangan
  2. regangan
  3. modulus elastik kawat

Ada dua besaran penting dalam fluida yaitu massa jenis (ρ) dan tekanan hidrostatik (Ph). Besar massa jenis suatu zat adalah unik dan bisa dibandingkan dengan massa jenis air (massa jenis ini dikenal massa jenis relatif). Sementara besar tekanan hidrostatik yang dialami suatu titik bergantung kedalaman titik tersebut diukur dari permukaan fluida.

Pada Bab Suhu dibahas pemuaian suatu zat apabila mengalami perubahan suhu. Pada kehidupan sehari - hari, apabila kita memanaskan suatu zat cair, bisa saja zat cair tersebut tumpah keluar dari wadahnya pada kenaikan suhu tertentu. Pada video berikut dibahas contoh soal zat cair yang tumpah dari wadahnya saat mengalami kenaikan suhu.

Contoh Soal :

Sebuah bejana baja 4,00 L, 95,0 % volumnya diisi alkohol. Jika suhu awal bejana 0,000C dan bejana ini dipanasi sampai 70,0 0C, berapakah volume alkohol yang tumpah? Koefisien muai panjang baja = 0,000 0110/0C dan koefisien muai alkohol = 0,00100 /0C.

Ada tiga wujud suatu zat yang umumnya dikenal padat, cair dan gas. Perubahan wujud dari padat ke cair dan dari cair ke gas senantiasa membutuhkan kalor. Perubahan wujud dari padat ke cair disebut mencair (melting). Dan perubahan wujud dari cair ke gas disebut menguap (vaporization). Sementara, perubahan wujud dari cair ke padat dan dari gas ke cair senantiasa melepas kalor. Perubahan wujud dari cair ke padat disebut membeku (freezing). Dan perubahan wujud dari gas ke cair disebut mengembun (destilation).

Ada dua jenis cermin lengkung yaitu cermin cekung dan cermin cembung. Cermin cekung bersifat mengumpulkan sinar (konvergen). Berikut ini dibahas contoh soal berkaitan dengan cermin cekung.

Contoh Soal

Sebuah cermin lengkung memiliki jari – jari 36 cm. Dimanakah benda harus ditempatkan agar terbentuk bayangan tegak berukuran 3 kali ukuran bendanya?

Pada sub bab ini akan dibahas tiga hal. Pertama, menentukan letak bayangan semu apabila pengamatan membentuk sudut tertentu. Kedua, menentukan letak bayangan semu apabila pengamatan secara tegak lurus. Ketiga, menentukan letak bayangan semu apabila pengamatan dilakukan pada beberapa medium yang berbeda kerapatan optisnya.

Ada tiga sinar istimewa yang berlaku pada lensa cembung (lensa positif). Pertama, sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus aktif (F1). Kedua, sinar datang melalui titik fokus pasif (F2) dibiaskan sejajar sumbu utama. Ketiga, sinar datang melalui pusat optik diteruskan.

Kamera merupakan tiruan dari mata. Ada beberapa bagian dari kamera yang mirip seperti pada mata. Dan sifat bayangan dari kamera juga mirip dengan retina pada mata yaitu nyata, terbalik dan diperkecil.

Head Office

Alamat lengkap kantor pusat kami

 Jl. Telaga Murni 1, Ruko Danau Sunter Mas No. D3 & D5, Sunter Jaya, Tanjung Priok - Jakarta Utara

 (021) 2265 2392/94 ext 100 WA 0878 8361 3000

 Fax. (021) 6531 3626

Our Testimonial

Apa kata mereka tentang seratus institute

seratusinstitute.com adalah suatu website yang sangat bermanfaat terutama buat kami para pelajar karena dapat belajar matematika, fisika, kimia dimanapun dan kapanpun. Juga karena terdapat video belajar yang dapat dilihat berulang-ulang sehingga kami dapat mengingat pelajaran dengan baik

Raisa Riupassa

Kelas 10 - SMA Santa Ursula, Bsd

Our Social Media

Gabung dan ikuti social media kami

TOP