Mengenal seratusinstitute.com

seratusinstitute.com adalah suatu media belajar online spesialis pelajaran Matematika, Fisika dan Kimia. seratusinstitute.com menghadirkan video pembelajaran yang dibuat  agar siswa dapat merasakan belajar seperti dijelaskan langsung oleh guru secara privat dan dapat diputar berulangkali sesuai kebutuhan sampai siswa benar-benar paham. Dengan penjelasan materi yang sistematis dan metode penyampaian yang santai, jelas, lugas, dan bahasa yang mudah dipahami sehingga membuat siswa bisa cepat mengerti dan senang untuk belajar.

13. Hari Pahlawan 10 November

Latar belakang terjadinya peristiwa 10 November 1945 adalah karena adanya insiden di Hotel Yamato / Oranye di Surabaya (sekarang dikenal hotel Majapahit). Saat itu bendera Belanda dikibarkan dan membuat kemarahan para pemuda. Arek - arek Suroboyo bertindak tegas dengan menaiki hotel yamato dan merobek bendera Belanda. Kemudian meletuslah pertempuran di berbagai kota baik di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Pertempuran ini juga dipicu oleh kedatangan Belanda yang dibantu Inggris serta NICA. Belanda ingin menduduki kembali Indonesia meskipun Soekarno-Hatta telah membacakan teks proklamasi kemerdekaan. Awalnya Belanda dan Inggris hendak melucuti senjata tentara Jepang karena Jepang sebelumnya telah menyatakan menyerah kepada Pasukan Sekutu tanpa syarat.

Setelah Perang Dunia II usai, pada 25 Oktober 1945, 6.000 pasukan Inggris-India yaitu Brigade 49, Divisi 23 yang dipimpin Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby mendarat di Surabaya dengan perintah utama melucuti tentara Jepang, tentara dan milisi Indonesia. Mereka juga bertugas mengurus bekas tawanan perang dan memulangkan tentara Jepang. Pasukan Jepang menyerahkan semua senjata mereka, tetapi milisi dan lebih dari 20.000 pasukan Indonesia menolak.

26 Oktober 1945, tercapai persetujuan antara R.M. Soerjo, Gubernur Jawa Timur dengan Brigjen Mallaby bahwa pasukan Indonesia dan milisi tidak harus menyerahkan senjata mereka. Sayangnya terjadi salah pengertian antara pasukan Inggris di Surabaya dengan markas tentara Inggris di Jakarta yang dipimpin Letnan Jenderal Philip Christison.

27 Oktober 1945, jam 11.00 siang, pesawat Dakota AU Inggris dari Jakarta menjatuhkan selebaran di Surabaya yang memerintahkan semua tentara Indonesia dan milisi untuk menyerahkan senjata. Para pimpinan tentara dan milisi Indonesia marah waktu membaca selebaran ini dan menganggap Brigjen Mallaby tidak menepati perjanjian tanggal 26 Oktober 1945.

28 Oktober 1945, pasukan Indonesia dan milisi menggempur pasukan Inggris di Surabaya. Untuk menghindari kekalahan di Surabaya, Brigjen Mallaby meminta agar Presiden RI Soekarno dan panglima pasukan Inggris Divisi 23, Mayor Jenderal Douglas Cyril Hawthorn untuk pergi ke Surabaya dan mengusahakan perdamaian.

29 Oktober 1945, Presiden Soekarno, Wapres Mohammad Hatta dan Menteri Penerangan Amir Syarifuddin Harahap bersama Mayjen Hawthorn pergi ke Surabaya untuk berunding.

Pada siang hari, 30 Oktober 1945, dicapai persetujuan yang ditanda-tangani oleh Presiden RI Sukarno dan Panglima Divisi 23 Mayjen Hawthorn. Isi perjanjian tersebut adalah diadakan perhentian tembak menembak dan pasukan Inggris akan ditarik mundur dari Surabaya secepatnya. Mayjen Hawthorn dan ke 3 pimpinan RI meninggalkan Surabaya dan kembali ke Jakarta.

Pada sore hari, 30 Oktober 1945, Brigjen Mallaby berkeliling ke berbagai pos pasukan Inggris di Surabaya untuk memberitahukan soal persetujuan tersebut. Saat mendekati pos pasukan Inggris di gedung Internatio, dekat Jembatan Merah, mobil Brigjen Mallaby dikepung oleh milisi yang sebelumnya telah mengepung gedung Internatio.

Karena mengira komandannya akan diserang oleh milisi, pasukan Inggris kompi D yang dipimpin Mayor Venu K. Gopal melepaskan tembakan ke atas untuk membubarkan para milisi. Para milisi mengira mereka diserang / ditembaki tentara Inggris dari dalam gedung Internatio dan balas menembak. Seorang perwira Inggris, Kapten R.C. Smith melemparkan granat ke arah milisi Indonesia, tetapi meleset dan malah jatuh tepat di mobil Brigjen Mallaby.

Granat meledak dan mobil terbakar. Akibatnya Brigjen Mallaby dan sopirnya tewas. Laporan awal yang diberikan pasukan Inggris di Surabaya ke markas besar pasukan Inggris di Jakarta menyebutkan Brigjen Mallaby tewas ditembak oleh milisi Indonesia.

Letjen Sir Philip Christison marah besar mendengar kabar kematian Brigjen Mallaby dan mengerahkan 24.000 pasukan tambahan untuk menguasai Surabaya.

Tanggal 9 November 1945, Inggris menyebarkan ultimatum agar semua senjata tentara Indonesia dan milisi segera diserahkan ke tentara Inggris, tetapi ultimatum ini tidak diindahkan.

Mendengar ultimatum tentara Inggris ini membuat kemarahan para pemuda di Surabaya, memuncak. Mereka tidak takut dengan ultimatum Inggris. Mereka rela mengorbankan jiwa raga demi meneriakkan kata "Merdeka!" Seluruh Arek - arek Suroboyo, pasukan TKR, pasukan PETA dan Sukarelawan Surabaya turun ke medan perang untuk mati demi menjaga kemerdekaan.

Adalah Bung Tomo, seorang tokoh pemuda kala itu yang mampu membentangkan Obor perjuangan. Dalam pidatonya yang mengudara lewat stasiun radio pemberontakan, Bung Tomo mampu mengetarkan dan membakar semangat dan jiwa kepatriotan Arek - arek Suroboyo.

Sutomo pernah menjadi seorang jurnalis yang sukses. Kemudian ia bergabung dengan sejumlah kelompok politik dan sosial. Ketika ia terpilih pada 1944 untuk menjadi anggota Gerakan Rakyat Baru yang disponsori Jepang, hampir tak seorang pun yang mengenal dia. Namun semua ini mempersiapkan Sutomo untuk peranannya yang sangat penting, ketika pada Oktober dan November 1945, ia menjadi salah satu Pemimpin yang menggerakkan dan membangkitkan semangat rakyat Surabaya, yang pada waktu itu Surabaya diserang habis-habisan oleh pasukan Inggris yang mendarat untuk melucutkan senjata tentara pendudukan Jepang dan membebaskan tawanan Eropa. Sutomo terutama sekali dikenang karena seruan-seruan pembukaannya di dalam siaran-siaran radionya yang penuh dengan emosi.

Pertempuran pun  terjadi, pada tanggal 10 November 1945 seluruh armada Inggris baik dari udara, darat dan laut memborbardir kota Surabaya. Peristiwa 10 November ini menjadi salah satu perang terdasyhat yang pernah terjadi di dalam Sejarah Republik Indonesia. Inggris mulai membom Surabaya dan perang sengit berlangsung terus menerus selama 10 hari. Dua pesawat Inggris ditembak jatuh pasukan RI dan salah seorang penumpang Brigadir Jendral Robert Guy Loder-Symonds terluka parah dan meninggal keesokan harinya.

20 November 1945, Inggris berhasil menguasai Surabaya dengan korban ribuan orang prajurit tewas. Lebih dari 20.000 tentara Indonesia, milisi dan penduduk Surabaya tewas. Seluruh kota Surabaya hancur lebur.

Pertempuran ini merupakan salah satu pertempuran paling berdarah yang dialami pasukan Inggris pada dekade 1940-an. Pertempuran ini menunjukkan kesungguhan Bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dan mengusir penjajah.

Karena sengitnya pertempuran dan besarnya korban jiwa, setelah pertempuran ini, jumlah pasukan Inggris di Indonesia mulai dikurangi secara bertahap dan digantikan oleh pasukan Belanda. Setelah berakhirnya pertempuran 10 November seluruh pemuda di Indonesia mulai dari Sabang hingga Merauke ikut mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Berkobarlah seluruh semangat pemuda di Tanah air Indonesia. Semua bangkit dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Pertempuran tanggal 10 November 1945 tersebut hingga sekarang dikenang dan diperingati sebagai Hari Pahlawan.

SURABAYA ADALAH KOTA PEMICU BANGKITNYA SEMANGAT PEMUDA DI SELURUH TANAH AIR UNTUK MEMPERJUANGKAN KEMERDEKAAN INDONESIA

SELAMAT HARI PAHLAWAN

Mari kita isi kemerdekaan Indonesia ini dengan berbagai hal positif. Serta menumbuhkembangkan kembali jiwa patriotisme dalam diri seperti yang pernah dimiliki oleh para pahlawan kemerdekaan sebelumnya.
MERDEKA

 

Head Office

Alamat lengkap kantor pusat kami

 Jl. Telaga Murni 1, Ruko Danau Sunter Mas No. D3 & D5, Sunter Jaya, Tanjung Priok - Jakarta Utara

 (021) 2265 2392/94 ext 100 WA 0878 8361 3000

 Fax. (021) 6531 3626

Our Testimonial

Apa kata mereka tentang seratus institute

seratusinstitute.com adalah suatu website yang sangat bermanfaat terutama buat kami para pelajar karena dapat belajar matematika, fisika, kimia dimanapun dan kapanpun. Juga karena terdapat video belajar yang dapat dilihat berulang-ulang sehingga kami dapat mengingat pelajaran dengan baik

Raisa Riupassa

Kelas 10 - SMA Santa Ursula, Bsd

Our Social Media

Gabung dan ikuti social media kami

TOP