Produk Matematika Kelas 4 SD (Edisi Revisi 2016)

Berikut ini contoh video pelajaran Matematika Kelas 4 SD

Detail Materi

Untuk operasi hitung bilangan cacah terdiri dari operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal cerita berikut ini:

Dalam 1 tahun, seorang petugas pos bekerja selama 276 hari. Jika setiap hari mengirim 75 surat, berapa banyak surat yang dikirimkan petugas pos tersebut selama 1 tahun?

Untuk melakukan pembulatan ke Puluhan Terdekat perlu memperhatikan syarat berikut ini, yaitu :

  • Jika satuan kurang dari 5 (<5), dibulatkan ke 0 (angka satuan berubah menjadi 0 dan angka puluhan tetap)
  • Jika satuan lebih dari atau sama dengan 5 (≥5), dibulatkan ke 10 (angka satuan berubah menjadi 0 dan angka puluhan bertambah satu)

Sifat asosiatif disebut juga sifat pengelompokan. Operasi penjumlahan atau perkalian tiga buah bilangan. Operasi tersebut dikelompokkan secara berbeda.Hasil operasinya tetap sama.

    a). Sifat asosiatif pada penjumlahan, bentuknya: (a + b) + c = a + (b + c)

    b). Sifat asosiatif pada perkalian, bentuknya: (a x b) x c = a x (b x c)

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini :

Hitunglah dengan menggunakan sifat asosiatif !

321  +  6  +  8   =  ( cdots  + cdots)  + cdots   =   . . .cdots  +  ( cdots  +  . . . cdots)   = cdots

Dalam operasi hitung pengurangan terdapat beberapa contoh seperti :

a. Negatif - Positif
    contoh :
    -6 - 5 = -6 + (-5) = -11
    -6 - 7 = -6 + ( -7 ) = -13
b. Positif - Negatif
   contoh :
   6 - ( -5) = 6 + 5 = 11
   6 - ( -7) = 6 + 7 = 13
c. Negatif - Negatif
    contoh :
    -6 - ( -5 ) = -6 + 5 = 5 - 6 = -1
    -6 - ( -7 ) = -6 + 7 = 7 - 6 = 1

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini :

9 - 16 = cdots

Menurut sejarah, bilangan Romawi sudah ada sejak 300 SM. Awalnya sistem  perhitungannya diadaptasi dari system perhitungan milik bangsa Etruscan. Begitupun bilangan-bilangannya, mirip banget dengan bilangan-bilangan milik bangsa Etruscan (disimbolkan berdasarkan huruf dan gambar). Angka 'I' dan 'V' dalam bilangan Romawi terinspirasi dari bentuk tangan. Garis yang miring mewakili jempol. Yang kemudian menjadi simbol '5' yang merupakan alat hitung alami. Sedangkan angka X lambang dari '10', adalah gabungan dua garis miring yang melambangkan '5'. Dan 'L' ,'C' ,'D', dan 'M', yang secara urut mewakili '50', '100', '500', dan '1.000', merupakan modifikasi dari simbol 'V' dan 'X'.

Secara umum, bilangan Romawi terdiri dari 7 angka (dilambangkan dengan huruf) sebagai berikut.
I melambangkan bilangan 1
V melambangkan bilangan 5
X melambangkan bilangan 10
L melambangkan bilangan 50
C melambangkan bilangan 100
D melambangkan bilangan 500
M melambangkan bilangan 1000

Untuk lebih memahami lagi tentang sub bab ini, maka perhatikan contoh soal berikut ini :

Lambang bilangan asli  dari CDXLVII adalah . . .  

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Ratna membeli 56 bunga melati dan 32 bunga mawar. Kedua bunga tersebut akan dimasukkan ke dalam vas bunga dengan jumlah dan jenis bunga yang sama banyak. Berapa vas bunga yang dibutuhkan Ratna ?

Operasi hitung pecahan terdiri dari operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Untuk menjumlahkan dan mengurangkan pecahan terlebih dahulu menyamakan penyebutnya. Penyebut yang sama sebaiknya merupakan KPK dari penyebut – penyebut pecahan yang akan dijumlahkan atau dikurangkan. pecahan desimal dapat dijumlahkan atau dikurangkan dengan cara menyusun ke bawah. Perhatikan bahwa koma desimal harus terletak pada satu garis vertical.Kemudian hasil kali pecahan dapat diperoleh dengan cara mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. Jika dalam perkalian pecahan terdapat pecahan campuran, maka pecahan campuran terlebih dahulu dinyatakan dalam bentuk  pecahan biasa. Kemudian hasil bagi pecahan dapat diperoleh dengan cara mengalikan dengan kebalikan dari pecahan itu.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

frac{1}{6} + frac{2}{3} = cdots

 

Mata angin merupakan panduan yang digunakan untuk menentukan arah. Umum digunakan dalam navigasi, kompas dan peta. Berpandukan pada pusat mata angin, maka kita akan melihat 8 arah mata angin.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Besar sudut di bawah ini adalah  . . .   derajat

Pada subbab ini akan dibahas dua macam simetri yaitu simetri lipat dan simetri putar. Simetri lipat adalah gerak lipat yang memindahkan bangun itu ke bangun itu sendiri. Suatu bangun dikatakan mempunyai simetri lipat apabila bangun tersebut dapat dilipat menjadi dua bagian yang sama persis dan sisi-sisi lipatannya saling berimpit dengan tepat. Sama persis artinya sama bentuk serta ukuran. Lawan bangun simetris adalah bangun tidak simetris atau bangun asimetris. Simetri lipat disebut juga simetri garis, simetri sumbu, simetri cermin atau simetri balik. Garis putus – putus atau bekas lipatan disebut sumbu simetri.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

      Berapakah jumlah simetri lipat dari bangun persegi panjang di bawah ini !

Pada subbab ini akan dijelaskan tentang satuan kuantitas dan cara menghitungnya.

 

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

16 kodi + 2,25 gross – 0,25 lusin = . . . buah

Pada Subbab kali ini akan dibahas tentang luas dan keliling dari bangun persegi panjang.

 

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Sebuah persegi panjang, panjangnya 8 cm dan lebarnya 6 cm. Tentukan luas dan kelilingnya?

Data adalah keterangan yang benar dan nyata yang dapat dijadikan dasar dari suatu kesimpulan. Data dalam matematika biasa disajikan dalam bentuk bilangan – bilangan. Contoh jumlah siswa kelas 6 yang berulang tahun pada bulan – bulan yaitu Januari 2 siswa, Februari 6 siswa, Maret 5 siswa April 4 siswa dan seterusnya. Kemudian dari data tersebut dapat disajikan ke tabel maupun diagram.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Diagram di bawah ini menunjukan berat badan anak Kelas 6 SD Majapahit

Tentukan :

  1. Manakah berat badan terbanyak ?
  2. Jumlah siswa kelas 6 SD Majapahit ?

Untuk menentukan skala, jarak peta dan jarak sebenarnya dapat dihitung dengan menggunakan rumus.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Jika jarak dari kota A ke kota B dalam peta adalah 6 cm. Berapakah jarak sesungguhnya, jika skala 1 : 1.000.000 ?

Koordinat adalah pertemuan antara sumbu X (absis) dan sumbu Y (ordinat). Absis adalah bilangan yang diambil dari sumbu X atau garis mendatar. Sedangkan ordinat adalah bilangan yang diambil dari sumbu Y atau garis tegak. Untuk menentukan letak suatu titik digunakan titik koordinat. Diagram untuk menentukan (menggambar) letak koordinat disebut sebagai diagram kartesius.

Untuk lebih jelasnya perhatkan contoh soal berikut ini:

Koordinat titik  X (-3,4) dan titik Y (3,4). Panjang garis  XY adalah ... satuan

Segitiga adalah nama suatu bangun yang dibuat dari tiga sisi yang berupa garis lurus dan memiliki tiga sudut.

Menurut panjang sisinya:

  • Segitiga sama sisi (equilateral triangle) adalah segitiga yang ketiga sisinya sama panjang. Semua sudutnya juga sama besar, yaitu 60o.
  • Segitiga sama kaki (isoceles triangle) adalah segitiga yang dua dari tiga sisinya sama panjang. Segitiga ini memiliki dua sudut yang sama besar.
  • Segitiga sembarang (scalene triangle) adalah segitiga yang ketiga sisinya berbeda panjangnya. Besar semua sudutnya juga berbeda.

Menurut besar sudut terbesarnya:

  • Segitiga siku-siku (right triangle) adalah segitiga yang salah satu besar sudutnya sama dengan 90o.
  • Segitiga lancip (acute triangle) adalah segitiga yang besar semua sudut < 90o
  • Segitiga tumpul (obtuse triangle) adalah segitiga yang besar salah satu sudutnya > 90o

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Sebutkan jenis segitiga di bawah ini !

BAB 15 - SIFAT - SIFAT BANGUN EDISI REVISI 2016 (COntoh Soal - Jenis - Jenis Segitiga)

Segitiga adalah nama suatu bangun yang dibuat dari tiga sisi yang berupa garis lurus dan memiliki tiga sudut.

Menurut panjang sisinya:

  • Segitiga sama sisi (equilateral triangle) adalah segitiga yang ketiga sisinya sama panjang. Semua sudutnya juga sama besar, yaitu 60o.
  • Segitiga sama kaki (isoceles triangle) adalah segitiga yang dua dari tiga sisinya sama panjang. Segitiga ini memiliki dua sudut yang sama besar.
  • Segitiga sembarang (scalene triangle) adalah segitiga yang ketiga sisinya berbeda panjangnya. Besar semua sudutnya juga berbeda.

Menurut besar sudut terbesarnya:

  • Segitiga siku-siku (right triangle) adalah segitiga yang salah satu besar sudutnya sama dengan 90o.
  • Segitiga lancip (acute triangle) adalah segitiga yang besar semua sudut < 90o
  • Segitiga tumpul (obtuse triangle) adalah segitiga yang besar salah satu sudutnya > 90o

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Sebutkan jenis segitiga di bawah ini !

 

Head Office

Alamat lengkap kantor pusat kami

 Jl. Telaga Murni 1, Ruko Danau Sunter Mas No. D3 & D5, Sunter Jaya, Tanjung Priok - Jakarta Utara

 (021) 2265 2392/94 ext 100 WA 0878 8361 3000

 Fax. (021) 6531 3626

Our Testimonial

Apa kata mereka tentang seratus institute

seratusinstitute.com adalah suatu website yang sangat bermanfaat terutama buat kami para pelajar karena dapat belajar matematika, fisika, kimia dimanapun dan kapanpun. Juga karena terdapat video belajar yang dapat dilihat berulang-ulang sehingga kami dapat mengingat pelajaran dengan baik

Raisa Riupassa

Kelas 10 - SMA Santa Ursula, Bsd

Our Social Media

Gabung dan ikuti social media kami

TOP