Produk Fisika Kelas 11 SMA (Edisi Revisi 2016)

Berikut ini contoh video pelajaran Fisika Kelas 11 SMA

Detail Materi

Pembahasan Bab Dinamika Rotasi di Edisi Revisi 2016 tidak jauh berbeda dengan yang dibahas di kurikulum 2013. Pada Bab Dinamika Rotasi ini dibahas 6 sub bab antara lain : Dinamika Rotasi, Momen Gaya, Momen Inersia, Hukum Newton pada Dinamika Rotasi, Usaha dan Energi dalam Dinamika Rotasi, Momentum Sudut

 

Pada video berikut dibahas materi tentang momen gaya (torsi) karena soal berkaitan dengan momen gaya (torsi) sering keluar di soal - soal Ujian Nasional tiap tahunnya.

 

Konsep torsi dalam fisika, juga disebut momen, diawali dari kerja Archimedes dalam lever. Informalnya, torsi dapat dipikir sebagai gaya rotasional. Analog rotational dari gaya, masa, dan percepatan adalah torsi, momen inersia dan percepatan angular. Gaya yang bekerja pada lever, dikalikan dengan jarak dari titik tengah lever, adalah torsi. Contohnya, gaya dari tiga newton bekerja sepanjang dua meter dari titik tengah mengeluarkan torsi yang sama dengan satu newton bekerja sepanjang enam meter dari titik tengah. Ini menandakan bahwa gaya dalam sebuah sudut pada sudut yang tepat kepada lever lurus. Lebih umumnya, seseorang dapat mendefinisikan torsi sebagai perkalian silang:

τ = r × F

Pada Bab Kesetimbangan Benda Tegar di Edisi Revisi 2016 pembahasannya tidak jauh berbeda dengan yang dibahas di kurikulum 2013. Pada Bab Kesetimbangan Benda Tegar ini dibahas 4 sub bab antara lain : Kesetimbangan Titik, Kesetimbangan Benda Tegar, Titik Berat dan Jenis - jenis Kesetimbangan

 

Pada video berikut ini dibahas penyelesaian soal berkaitan dengan titik berat suatu bidang. Video ini dipilih karena soal yang berkaitan dengan titik berat sering keluar di soal - soal Ujian Nasional tiap tahunnya.

 

CONTOH SOAL :

Sebuah bidang persegi dengan panjang sisi 2R memiliki suatu lubang lingkaran dengan pusat lubang berlokasi pada (½ R , ½ R) seperti ditunjukkan pada gambar.

Tentukan letak pusat massa terhadap pusat lingkaran.

Pembahasan Bab Elastisitas di Edisi Revisi 2016 sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yang di bahas di kurikulum 2013. Perbedaannya terletak pada jumlah sub bab nya saja. Bab Elastisitas pada kurikulum 2013 dipelajari di kelas 10 tapi di Edisi Revisi 2016 dipelajari di kelas 11. Pada Bab Elastisitas dibahas 3 sub bab antara lain : Besaran Elastisitas, Hukum Hooke, dan susunan pegas

 

Pada video berikut ini dibahas materi tentang Hukum Hooke. Video ini dipilih karena soal yang berkaitan dengan hukum Hooke terutama pada bentuk grafik Gaya terhadap pertambahan panjang pegas sering keluar di soal - soal Ujian Nasional tiap tahunnya.

 

CONTOH SOAL :

Hukum Hooke adalah hukum atau ketentuan mengenai gaya dalam bidang ilmu fisika yang terjadi karena sifat elastisitas dari sebuah pir atau pegas. Besarnya gaya Hooke ini secara proporsional akan berbanding lurus dengan jarak pergerakan pegas dari posisi normalnya, atau lewat rumus matematis dapat digambarkan sebagai berikut:

F = - k . Δx

Pada Bab Fluida Statis di Edisi Revisi 2016 sebenarnya penjelasannya tidak jauh berbeda dengan yang ada di kurikulum 2013. Beda hanya pada jumlah sub bab nya saja, dan bab Fluida Statis ini di kurikulum 2013 dibahas di kelas 10. Pada bab Fluida Statis ini dipelajari 6 sub bab antara lain : Besaran Fisis, Hukum Pokok Hidrostatik, Hukum Pascal, Hukum Archimedes, Meniskus dan Kapilaritas serta Hukum Stokes

 

Pada video berikut ini dibahas materi tentang hukum Archimedes. Video ini dipilih karena soal yang berkaitan dengan penerapan hukum Archimedes sering keluar di soal - soal Ujian Nasional tiap tahunnya.

 

Saat mencoba menguak keaslian kandungan emas mahkota raja, Archimedes memikirkannya terus - menerus sampai membawanya dalam bak mandi. Di dalam bak mandi yang terisi air penuh Archimedes menyadari adanya air yang tumpah. Kemudian Archimedes mengambil kesimpulan bahwa "Gaya apung yang bekerja pada suatu benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida = berat zat cair yg dipindahkan"

Pada bab Fluida Dinamis di Edisi Revisi 2016 sebenarnya pembahasannya tidak jauh berbeda dengan yang ada di kurikulum 2013. Perbedaannya hanya terletak pada nama sub bab nya saja. Pada bab Fluida Dinamis ini dibahas 4 sub bab antara lain : Fluida Ideal, Persamaan Kontinuitas, Persamaan Bernoulli dan Penerapan Persamaan Bernoulli

 

Pada video berikut ini dibahas materi tentang gaya angkat pesawat. Video ini dipilih karena soal yang berkaitan dengan gaya angkat pesawat sering keluar di soal - soal Ujian Nasional.

 

Gaya angkat pesawat dalam pembuatannya juga memperhatikan penerapan persamaan Bernoulli. Kecepatan alir angin di bagian atas dan bawah sayap pesawat menentukan ke mana arah gaya pada pesawat mengangkat ke atas atau menyebabkan turun ke bawah.

Pada Bab Suhu dibahas pemuaian suatu zat apabila mengalami perubahan suhu. Pada kehidupan sehari - hari, apabila kita memanaskan suatu zat cair, bisa saja zat cair tersebut tumpah keluar dari wadahnya pada kenaikan suhu tertentu. Pada video berikut dibahas contoh soal zat cair yang tumpah dari wadahnya saat mengalami kenaikan suhu.

Contoh Soal :

Sebuah bejana baja 4,00 L, 95,0 % volumnya diisi alkohol. Jika suhu awal bejana 0,000C dan bejana ini dipanasi sampai 70,0 0C, berapakah volume alkohol yang tumpah? Koefisien muai panjang baja = 0,000 0110/0C dan koefisien muai alkohol = 0,00100 /0C.

Ada tiga macam cara kalor dapat berpindah konduksi, konveksi dan radiasi. Konduksi adalah hantaran kalor yang tidak disertai pergerakan molekul perantara dan biasanya terjadi di zat padat. Konveksi adala aliran kalor yang disertai dengan pergerakan molekul perantara, konveksi ini bisa terjadi pada zat cair maupun gas.

Beberapa percobaan dilakukan oleh sejumlah fisikawan seperti Boyle, Charles, Gay - Lussac. Boyle melakukan percobaan dalam kondisi suhu gas dijaga tetap. Sementara Charles dan Gay - Lussac melakukan percobaan dalam kondisi pertama tekanan dijaga tetap dan kondisi berikutnya volume gas dijaga tetap. Berikut ini contoh soal berkaitan tentang tekanan dalam sistem.

Contoh Soal

Dua bejana A dan B bervolume sama dihubungkan dengan pipa kecil yang volumenya dapat diabaikan.

Mula-mula sistem diisi dengan udara kering pada tekanan 105 Pa dan suhu 300 K. Suhu dalam bejana B sekarang dinaikkan menjadi 600 K, sedangkan suhu A dijaga tetap 300 K. Berapa tekanan dalam sistem sekarang?

Untuk menjelaskan tidak adanya reversibilitas para ilmuwan merumuskan prinsip baru, yaitu Hukum II Termodinamika, dengan pernyataan : “kalor mengalir secara alami dari benda yang panas ke benda yang dingin, kalor tidak akan mengalir secara spontan dari benda dingin ke benda panas”. Penerapannya dapat dilihat pada mesin kalor (contoh mesin kendaraan bermotor atau mesin uap) dan mesin pendingin (contoh freezer dan AC).

Jika ada sebuah senjata kamu tembakkan di P diantara jurang tegak (lihat gambar).

Dua pantulan pertama di dengar setelah 1,5 s dan yang kedua adalah 2,5 s. Jika cepat rambat bunyi di udara adalah 330 ms-1, Coba hitung jarak diantara kedua jurang itu!

Gelombang berjalan dengan santainya pada seutas tali dinyatakan  oleh

y = 4,0 sin 0,2π ( 40 t + 5 x )

dengan x dan y dalam cm, dan t dalam sekon. Coba kalian cari  :

  1. Panjang gelombang
  2. Cepat rambat gelombang.

Efek Doppler berkaitan pengaruh gerak sumber dan / atau pengamat, nilai frekuensi yang diamati oleh seorang pengamat bisa lebih tinggi atau rendah. Frekuensi yang didengar pengamat dihitung menggunakan rumus di bawah ini

\(f_\text{P}=\frac{v \pm v_\text{P} \pm v_\text{a}}{v \pm v_\text{S} \pm v_\text{a}} \times f_{\text{S}}\)

Sementara difraksi merupakan pelengkungan muka gelombang akibat melewati celah sempit. Sebuah celah dengan lebar melebihi panjang gelombang akan mempunyai banyak sumber titik (point source) yang tersebar merata sepanjang lebar celah. Cahaya difraksi pada sudut tertentu adalah hasil interferensi dari setiap sumber titik dan jika fase relatif dari interferensi ini bervariasi lebih dari 2π, maka akan terlihat minima dan maksima pada cahaya difraksi tersebut. Maksima dan minima adalah hasil interferensi gelombang konstruktif dan destruktif pada interferensi maksimal.

Lup (kaca pembesar) adalah alat yang digunakan untuk membantu melihat objek atau tulisan yang kecil. Berdasarkan cara mengamatinya ada tiga kemungkinan, yaitu pengamatan rileks (tanpa berakomodasi), pengamatan secara akomodasi maksimum dan pengamatan yang berakomodasi pada jarak tertentu.

Kerjasama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Pada tahun 1992, pada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil, 150 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menterjemahkan maksud ini dalam suatu perjanjian yang mengikat. Pada tahun 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto.

Perjanjian ini, yang belum diimplementasikan, menyerukan kepada 38 negara-negara industri yang memegang persentase paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk memotong emisi mereka ke tingkat 5 persen di bawah emisi tahun 1990. Pengurangan ini harus dapat dicapai paling lambat tahun 2012. Pada mulanya, Amerika Serikat mengajukan diri untuk melakukan pemotongan yang lebih ambisius, menjanjikan pengurangan emisi hingga 7 persen di bawah tingkat 1990; Uni Eropa, yang menginginkan perjanjian yang lebih keras, berkomitmen 8 persen; dan Jepang 6 persen. Sisa 122 negara lainnya, sebagian besar negara berkembang, tidak diminta untuk berkomitmen dalam pengurangan emisi gas.

Akan tetapi, pada tahun 2001, Presiden Amerika Serikat yang baru terpilih, George W. Bush mengumumkan bahwa perjanjian untuk pengurangan karbon dioksida tersebut menelan biaya yang sangat besar. Ia juga menyangkal dengan menyatakan bahwa negara-negara berkembang tidak dibebani dengan persyaratan pengurangan karbon dioksida ini. Protokol Kyoto tidak berpengaruh apabila negara-negara industri yang bertanggung jawab menyumbang 55 persen dari emisi gas rumah kaca pada tahun 1990 tidak meratifikasinya. Persyaratan itu berhasil dipenuhi ketika tahun 2004, Presiden Rusia Vladimir Putin meratifikasi perjanjian ini, memberikan jalan untuk berlakunya perjanjian ini mulai 16 Februari 2005.

Banyak orang mengkritik Protokol Kyoto terlalu lemah. Bahkan jika perjanjian ini dilaksanakan segera, ia hanya akan sedikit mengurangi bertambahnya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer. Suatu tindakan yang keras akan diperlukan nanti, terutama karena negara-negara berkembang yang dikecualikan dari perjanjian ini akan menghasilkan separuh dari emisi gas rumah kaca pada 2035. Penentang protokol ini memiliki posisi yang sangat kuat. Penolakan terhadap perjanjian ini di Amerika Serikat terutama dikemukakan oleh industri minyak, industri batubara dan perusahaan-perusahaan lainnya yang produksinya tergantung pada bahan bakar fosil. Para penentang ini mengklaim bahwa biaya ekonomi yang diperlukan untuk melaksanakan Protokol Kyoto dapat menjapai 300 miliar dollar AS, terutama disebabkan oleh biaya energi. Sebaliknya pendukung Protokol Kyoto percaya bahwa biaya yang diperlukan hanya sebesar 88 miliar dollar AS dan dapat lebih kurang lagi serta dikembalikan dalam bentuk penghematan uang setelah mengubah ke peralatan, kendaraan, dan proses industri yang lebih effisien.

Pada suatu negara dengan kebijakan lingkungan yang ketat, ekonominya dapat terus tumbuh walaupun berbagai macam polusi telah dikurangi. Akan tetapi membatasi emisi karbon dioksida terbukti sulit dilakukan. Sebagai contoh, Belanda, negara industrialis besar yang juga pelopor lingkungan, telah berhasil mengatasi berbagai macam polusi tetapi gagal untuk memenuhi targetnya dalam mengurangi produksi karbon dioksida.

Setelah tahun 1997, para perwakilan dari penandatangan Protokol Kyoto bertemu secara reguler untuk menegoisasikan isu-isu yang belum terselesaikan seperti peraturan, metode dan pinalti yang wajib diterapkan pada setiap negara untuk memperlambat emisi gas rumah kaca. Para negoisator merancang sistem dimana suatu negara yang memiliki program pembersihan yang sukses dapat mengambil keuntungan dengan menjual hak polusi yang tidak digunakan ke negara lain. Sistem ini disebut perdagangan karbon. Sebagai contoh, negara yang sulit meningkatkan lagi hasilnya, seperti Belanda, dapat membeli kredit polusi di pasar, yang dapat diperoleh dengan biaya yang lebih rendah. Rusia, merupakan negara yang memperoleh keuntungan bila sistem ini diterapkan. Pada tahun 1990, ekonomi Rusia sangat payah dan emisi gas rumah kacanya sangat tinggi. Karena kemudian Rusia berhasil memotong emisinya lebih dari 5 persen di bawah tingkat 1990, ia berada dalam posisi untuk menjual kredit emisi ke negara-negara industri lainnya, terutama mereka yang ada di Uni Eropa.

BAB 15 PEMANASAN GLOBAL (perjanjian internasional) EDISI REVISI 2016

Kerjasama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Pada tahun 1992, pada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil, 150 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menterjemahkan maksud ini dalam suatu perjanjian yang mengikat. Pada tahun 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto.

Perjanjian ini, yang belum diimplementasikan, menyerukan kepada 38 negara-negara industri yang memegang persentase paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk memotong emisi mereka ke tingkat 5 persen di bawah emisi tahun 1990. Pengurangan ini harus dapat dicapai paling lambat tahun 2012. Pada mulanya, Amerika Serikat mengajukan diri untuk melakukan pemotongan yang lebih ambisius, menjanjikan pengurangan emisi hingga 7 persen di bawah tingkat 1990; Uni Eropa, yang menginginkan perjanjian yang lebih keras, berkomitmen 8 persen; dan Jepang 6 persen. Sisa 122 negara lainnya, sebagian besar negara berkembang, tidak diminta untuk berkomitmen dalam pengurangan emisi gas.

Akan tetapi, pada tahun 2001, Presiden Amerika Serikat yang baru terpilih, George W. Bush mengumumkan bahwa perjanjian untuk pengurangan karbon dioksida tersebut menelan biaya yang sangat besar. Ia juga menyangkal dengan menyatakan bahwa negara-negara berkembang tidak dibebani dengan persyaratan pengurangan karbon dioksida ini. Protokol Kyoto tidak berpengaruh apabila negara-negara industri yang bertanggung jawab menyumbang 55 persen dari emisi gas rumah kaca pada tahun 1990 tidak meratifikasinya. Persyaratan itu berhasil dipenuhi ketika tahun 2004, Presiden Rusia Vladimir Putin meratifikasi perjanjian ini, memberikan jalan untuk berlakunya perjanjian ini mulai 16 Februari 2005.

Banyak orang mengkritik Protokol Kyoto terlalu lemah. Bahkan jika perjanjian ini dilaksanakan segera, ia hanya akan sedikit mengurangi bertambahnya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer. Suatu tindakan yang keras akan diperlukan nanti, terutama karena negara-negara berkembang yang dikecualikan dari perjanjian ini akan menghasilkan separuh dari emisi gas rumah kaca pada 2035. Penentang protokol ini memiliki posisi yang sangat kuat. Penolakan terhadap perjanjian ini di Amerika Serikat terutama dikemukakan oleh industri minyak, industri batubara dan perusahaan-perusahaan lainnya yang produksinya tergantung pada bahan bakar fosil. Para penentang ini mengklaim bahwa biaya ekonomi yang diperlukan untuk melaksanakan Protokol Kyoto dapat menjapai 300 miliar dollar AS, terutama disebabkan oleh biaya energi. Sebaliknya pendukung Protokol Kyoto percaya bahwa biaya yang diperlukan hanya sebesar 88 miliar dollar AS dan dapat lebih kurang lagi serta dikembalikan dalam bentuk penghematan uang setelah mengubah ke peralatan, kendaraan, dan proses industri yang lebih effisien.

Pada suatu negara dengan kebijakan lingkungan yang ketat, ekonominya dapat terus tumbuh walaupun berbagai macam polusi telah dikurangi. Akan tetapi membatasi emisi karbon dioksida terbukti sulit dilakukan. Sebagai contoh, Belanda, negara industrialis besar yang juga pelopor lingkungan, telah berhasil mengatasi berbagai macam polusi tetapi gagal untuk memenuhi targetnya dalam mengurangi produksi karbon dioksida.

Setelah tahun 1997, para perwakilan dari penandatangan Protokol Kyoto bertemu secara reguler untuk menegoisasikan isu-isu yang belum terselesaikan seperti peraturan, metode dan pinalti yang wajib diterapkan pada setiap negara untuk memperlambat emisi gas rumah kaca. Para negoisator merancang sistem dimana suatu negara yang memiliki program pembersihan yang sukses dapat mengambil keuntungan dengan menjual hak polusi yang tidak digunakan ke negara lain. Sistem ini disebut perdagangan karbon. Sebagai contoh, negara yang sulit meningkatkan lagi hasilnya, seperti Belanda, dapat membeli kredit polusi di pasar, yang dapat diperoleh dengan biaya yang lebih rendah. Rusia, merupakan negara yang memperoleh keuntungan bila sistem ini diterapkan. Pada tahun 1990, ekonomi Rusia sangat payah dan emisi gas rumah kacanya sangat tinggi. Karena kemudian Rusia berhasil memotong emisinya lebih dari 5 persen di bawah tingkat 1990, ia berada dalam posisi untuk menjual kredit emisi ke negara-negara industri lainnya, terutama mereka yang ada di Uni Eropa.

 

Head Office

Alamat lengkap kantor pusat kami

 Jl. Telaga Murni 1, Ruko Danau Sunter Mas No. D3 & D5, Sunter Jaya, Tanjung Priok - Jakarta Utara

 (021) 2265 2392/94 ext 100 WA 0878 8361 3000

 Fax. (021) 6531 3626

Our Testimonial

Apa kata mereka tentang seratus institute

seratusinstitute.com adalah suatu website yang sangat bermanfaat terutama buat kami para pelajar karena dapat belajar matematika, fisika, kimia dimanapun dan kapanpun. Juga karena terdapat video belajar yang dapat dilihat berulang-ulang sehingga kami dapat mengingat pelajaran dengan baik

Raisa Riupassa

Kelas 10 - SMA Santa Ursula, Bsd

Our Social Media

Gabung dan ikuti social media kami

TOP