Produk Matematika Kelas 6 SD

Berikut ini contoh video pelajaran Matematika Kelas 6 SD

Detail Materi

Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari nol, bilangan positif dan bilangan negatif. Contoh . . . , -5, -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, 5, . . .. Kemudian dalam bab bilangan bulat juga terdapat operasi hitung bilangan bulat yang terdiri dari operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Bilangan-bilangan 0, 1, 2, 3, 4, 5, . . . disebut bilangan cacah, sedangkan 1, 2, 3, 4, 5, . . . disebut bilangan asli. Jadi, bilangan cacah adalah gabungan dari bilangan nol dan bilangan asli. Sedangkan gabungan bilangan nol, bilangan asli dan lawan bilangan asli disebut bilangan bulat, contoh . . . ,-5, -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, 5, . . . . Jadi bilangan bulat terdiri dari bilangan negatif, nol dan bilangan positif. Bilangan bulat positif merupakan sebutan lain dari bilangan asli.

  • Bilangan positif adalah bilangan yang apabila semakin besar angka maka nilai juga semakin besar. Pada garis bilangan, letaknya disebelah kanan titik 0

B={1, 2, 3, ...}

  • Bilangan negatif adalah bilangan yang apabila semakin besar angka maka nilai semakin kecil. Pada garis bilangan, letaknya disebelah kiri titik 0.

B={-1, -2, -3, ...}

Untuk lebih memahami tentang subbab ini maka perhatikan contoh soal berikut ini:

Aku adalah sebuah bilangan, jika aku dibagi dengan lawan 9, lalu dikali 20,

kemudian dikurangi 100 dan ditambah 60, maka hasilnya sama dengan -200. Bilangan manakah aku ?

Kelipatan suatu bilangan merupakan bilangan-bilangan hasil penjumlahan dengan bilangan yang sama secara terus menerus atau hasil perkalian bilangan tersebut dengan bilangan asli. Selain kelipatan, setiap bilangan juga mempunyai faktor. Faktor adalah pembagi dari suatu bilangan, yaitu bilangan-bilangan yang membagi habis bilangan tersebut. Faktorisasi Prima adalah perkalian semua bilangan prima yang merupakan faktor dari suatu bilangan. Contoh: Faktorisasi prima dari 18 adalah 2 x 3 x 3 = 2 x 32

 

Untuk menentukan akar pangkat 3 dengan cara pemfaktoran dapat dilakukan dengan cara, contoh pada \(\sqrt[3]{4.913}\)

Langkah penyelesaiannya :

  1. Pisahkan tiga angka dari belakang, kemudian perhatikan angka ribuan dan satuannya
  2. Carilah bilangan pokok yang jika dipangkatkan 3 hasilnya sama atau mendekati tetapi harus lebih kecil dari angka ribuan tersebut. Dalam soal ini bilangan pokoknya yang jika dipangkatkan tiga hasilnya mendekati angka ribuan tersebut adalah 1 karena 13 = 1, angka 1 disini menjadi puluhannya.
  3. Kemudian Perhatikan satuannya. Dalam soal ini angka satuannya adalah tiga dan angka 3 pasangan bilangan pokoknya adalah 7. Angka 7 disini menjadi satuannya.
  4. Jadi jawabannya adalah 17 ( \(\sqrt[3]{4.913}\) = 17 )
 

Bangun ruang adalah bangun geometri yang memiliki ruang sehingga dapat dihitung volumenya. Beberapa contoh bangun ruang seperti kubus, balok, tabung, kerucut, limas, bola, dan prisma tegak segitiga. Bangun ruang sedikit agak berbeda dari bangun datar dalam menentukan rumus nya yang tergantung dari bentuknya bangun masing-masing karena secara umum bentuk dari bangun ruang adalah 3 dimensi yang mempunyai isi berbeda dengan bangun datar yang hanya 2 dimensi.

Untuk menentukan volume dari bangun ruang rumus umumnya adalah luas alas x tinggi. Dan untuk bangun yang lancip rumus volumenya menjadi 1/3 x luas alas x tinggi. Sedangkan rumus umum untuk luas permukaan bangun ruang adalah jumlah luas semua bidang sisinya.

Perhatikan contoh soal berikut ini :

Balok adalah bangun ruang yang dibentuk oleh tiga pasang persegi panjang dan tiap persegi panjang mempunyai bentuk dan ukuran yang sama. Tiga pasang persegi panjang itu merupakan sisi-sisi balok itu.

Ciri-ciri balok, yaitu:

  1. Mempunyai 6 bidang sisi yang berbentuk persegi panjang
  2. Mempunyai 8 titik sudut
  3. Mempunyai 12 rusuk

Untuk menentukan volume dan luas permukaan dari balok akan di selesaikan dengan menggunakan rumus.

 

Operasi hitung pecahan terdiri dari operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Untuk menjumlahkan dan mengurangkan pecahan terlebih dahulu menyamakan penyebutnya. Penyebut yang sama sebaiknya merupakan KPK dari penyebut – penyebut pecahan yang akan dijumlahkan atau dikurangkan. Pecahan desimal dapat dijumlahkan atau dikurangkan dengan cara menyusun ke bawah. Perhatikan bahwa koma desimal harus terletak pada satu garis vertical. Kemudian hasil kali pecahan dapat diperoleh dengan cara mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. Jika dalam perkalian pecahan terdapat pecahan campuran, maka pecahan campuran terlebih dahulu dinyatakan dalam bentuk  pecahan biasa. Kemudian hasil bagi pecahan dapat diperoleh dengan cara mengalikan dengan kebalikan dari pecahan itu.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

13/7 : 3/14 = ...

Perbandingan adalah membandingkan dua nilai atau lebih dari suatu besaran yang sejenis dan dinyatakan dengan cara yang sederhana.

Perbandingan a ke b dinyatakan dalam a : b atau \(\frac{a}{b}\). Perbandingan juga bisa dinyatakan dalam pecahan. Perbandingan ada yang senilai dan ada juga yang berbalik nilai. Perbandingan senilai terjadi apabila nilai suatu variabel bertambah maka bertambah pula nilai variabel yang lain. Perbandingan senilai misalnya digunakan pada perhitungan putaran roda & jarak. Perbandingan yang berbalik nilai terjadi ketika suatu nilai variabel bertambah, maka nilai variabel yang lain malah berkurang. Misalnya digunakan pada perhitungan waktu dan tenaga kerja.

Untuk Perbandingan Suhu, ada beberapa satuan suhu yang dikenal, diantaranya adalah Kelvin (K) yang merupakan Satuan Baku Internasional, Celcius (C), Reamur (R) dan Fahrenheit (F). Namun yang umum digunakan di Indonesia adalah derajat celcius (C).

Untuk lebih jelasnya perhatikan perbandingan suhu berikut :

Perbandingan Suhu:  C      :         R        :         F        :         K

                                 5     :         4         :  9 (± 32)    :    5 (±273)

 

Untuk menentukan skala, jarak peta dan jarak sebenarnya dapat dihitung dengan menggunakan rumus.

 

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Jarak sebenarnya kota P dan Q adalah 40 km. Jika skala peta 1 : 500.000, berapa jarak pada peta?

 

Dalam menentukan dan menghitung jarak, kecepatan dan waktu dapat diselesaikan dengan menggunakan rumus.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Mobil berjalan dengan kecepatan 50 km/jam. Jika mobil tersebut berjalan 1 jam 30 menit, berapa jarak yang bisa ditempuh ?

Jawab : Waktu = Jarak : Kecepatan = 50 km : 15 km/jam =  \(3\frac{1}{3}\)= 3 jam 20 menit.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Mobil berjalan dengan kecepatan 50 km/jam. Jika mobil tersebut berjalan 1 jam 30 menit, berapa jarak yang bisa ditempuh ?

Pada contoh soal ini akan dibahas tentang cara menentukan banyaknya cookies yang diterima oleh setiap anak dalam bentuk algebra.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Mrs. Lee baked some cookies. She packed 14 cookies in each plastic bag. There were m bags of cookies altogether. The cookies were shared equally among her 3 children. How many cookies did each child get ? Give your answer in terms of m.

 

Berat jenis adalah bilangan yang menyatakan berapa gram atau kg untuk volume 1 cm3 atau 1 dm3.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

      Pada subbab ini akan di bahas tentang cara menentukan berat jenis, volume dan berat suatu benda dengan menggunakan rumus.

 

Pada Bab ini akan dibahas tentang cara menentukan waktu bertemu dengan waktu berangkat sama dan waktu berangkat beda serta menentukan waktu tersusul.

Untuk menghitung waktu berpapasan dengan waktu berangkat sama dapat menggunakan rumus :

	ext{Waktu (Lama Dijalan)} = frac{	ext{Jarak}}{ 	ext{Jumlah Kecepatan}}

Waktu Berpapasan = Waktu berangkat + Waktu di jalan

Atau bisa dituliskan untuk Cara Menghitungnya berikut ini :  

  • Jumlahkan kecepatan per jam.
  • Hitung waktu tempuh.
  • Tentukan waktu mereka bertemu

      Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Adnan berangkat dari Bogor menuju Jakarta pada pukul 08.30. Ia mengendarai kendaraan bermotor dengan kecepatan 60 km/jam. Pada waktu yang sama Buyung    berangkat dari Jakarta menuju Bogor dengan kecepatan 90 km/jam. Jika jarak antara Bogor dengan Jakarta adalah 450 km, pada pukul berapa Adnan dan Buyung berpapasan?

Debit adalah Banyaknya zat cair yang mengalir dalam satuan waktu tertentu.

Pada contoh soal ini, dijelaskan tentang cara mencari debit dengan menggunakan rumus debit.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Mobil tangki mengalirkan solar 30 cm3 dalam 6 detik. Debitnya adalah .... cm3/detik

 

Pada subbab ini akan dibahas cara untuk menentukan bilangan terbesar dan bilangan terkecil dengan menggunakan rumus.

 

Pada contoh soal ini akan dijelaskan tentang cara menentukan kadar karat campuran dengan menggunakan rumus kadar karat.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Seorang tukang emas mencampur 24 gram emas 20 karat dengan 12 gram emas 22 karat. Berapa kadar karat campuran ?

 

Koordinat adalah bilangan yang dipakai untuk menunjukan lokasi suatu titik di garis permukaan atau ruang. Sedangkan sumbu koordinat adalah garis lurus yang di dalamnya tertulis bilangan-bilangan. Garis (sumbu) mendatar/horizontal atau sumbu absis adalah sumbu X. Garis (sumbu) tegak/vertikal atau sumbu ordinat adalah sumbu Y. Titik pusat koordinat Cartesius ditunjukan oleh titik O (0,0).

Setiap titik pada bidang koordinat Cartesius dinyatakan dengan pasangan berurutan x dan y, di mana x merupakan koordinat sumbu X (disebut absis) dan y merupakan koordinat sumbu Y (disebut ordinat). Penulisan koordinat ditulis dalam tanda kurung. Koordinat X selalu ditulis terlebih dahulu dan diikuti dengan koordinat Y. Jadi, titik pada bidang koordinat Cartesius dapat dituliskan (x, y).

Cara untuk menggambar bangun datar pada bidang koordinat sangatlah mudah, karena tidaklah jauh berbeda dengan menentukan letak titik pada bidang koordinat. Hanya saja jika ingin membuat bangun datar maka ada langkah lanjutannya, yaitu setelah menentukan titik-titik tersebut kemudian titik-titik dihubungkan antara titik satu dengan titik lainnya dengan menggunakan garis sehingga membentuk bidang datar yang dikehendaki.

 

Pada subbab ini akan dibahas tentang cara – cara dalam mencari nilai dari suatu campuran.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Tukang parkir dalam sehari menerima uang setoran parkir sebesar Rp 350.000,00 dan kendaraan yang diparkir adalah kendaraan sepeda motor dan mobil. Tercatat jumlah kendaraan yang diparkir pada hari itu ada 500 kendaraan. Tarif parkir mobil Rp 1.000,00 dan sepeda motor Rp 500,00 sekali parkir. Berapa unit sepeda motor dan berapa kendaraan mobil yang diparkir hari itu?

 

Secara umum didefinisikan sebagai sebuah kegiatan aktif yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan sebuah karya bernilai imbalan dalam bentuk uang bagi seseorang. Dan dalam bab ini akan dipelajari tentang cara menentukan lama bekerja seseorang atau sekelompok orang dalam menyelesaikan satu pekerjaan. Sehingga pekerjaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih sampai selesai.

Pada sub bab ini akan dibahas tentang rumus untuk menentukan lama bekerja seseorang atau lebih dalam menyelesaikan satu pekerjaan.

 

Data adalah keterangan yang benar dan nyata yang dapat dijadikan dasar dari suatu kesimpulan. Data dalam matematika biasa disajikan dalam bentuk bilangan – bilangan. Contoh jumlah siswa kelas 6 yang berulang tahun pada bulan – bulan yaitu Januari 2 siswa, Februari 6 siswa, Maret 5 siswa April 4 siswa dan seterusnya. Kemudian dari data tersebut dapat disajikan ke tabel maupun diagram.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Perhatikan diagram di bawah ini !

a. Jika panen kedelai 60 ton,  hitunglah hasil panen seluruhnya?

b. Tentukan hasil panen padi?

c. Tentukan hasil panen jagung?

Pada subbab ini akan dibahas dua macam simetri yaitu simetri lipat dan simetri putar. Simetri lipat adalah gerak lipat yang memindahkan bangun itu ke bangun itu sendiri. Suatu bangun dikatakan mempunyai simetri lipat apabila bangun tersebut dapat dilipat menjadi dua bagian yang sama persis dan sisi-sisi lipatannya saling berimpit dengan tepat. Sama persis artinya sama bentuk serta ukuran. Lawan bangun simetris adalah bangun tidak simetris atau bangun asimetris. Simetri lipat disebut juga simetri garis, simetri sumbu, simetri cermin atau simetri balik. Garis putus – putus atau bekas lipatan disebut sumbu simetri.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

      Berapakah jumlah simetri lipat dari huruf-huruf yang membentuk kata “ PRESTASI ”?

Pada subbab ini akan dijelaskan tentang satuan waktu dan cara menghitungnya.

 

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

8 jam 20 menit 40 detik - 3 jam 45 menit 55 detik = . . .

 

Bangun  datar  merupakan  sebuah  bangun  berupa  bidang  datar yang dibatasi oleh beberapa ruas garis. Luas adalah daerah yang dibatasi oleh garis sisi sedangkan keliling adalah jumlah panjang garis yang membatasi suatu daerah. Luas dan keliling bangun datar yang akan dibahas pada bab ini diantaranya persegi, persegi panjang, segitiga, jajar genjang, belah ketupat, trapezium, layang – layang dan lingkaran.

Lingkaran adalah lengkung tertutup yang semua titik-titik pada lengkung itu berjarak sama terhadap suatu titik tertentu dalam lengkungan itu. Titik pusat lingkaran adalah titik yang terletak di tengah-tengah lingkaran. Jari-jari lingkaran adalah garis dari titik pusat lingkaran ke lengkungan lingkaran. Diameter adalah garis lurus yang menghubungkan dua titik pada lengkungan lingkaran dan melalui titik pusat.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Trapesium merupakan segi empat yang memiliki satu pasang sisi yang berhadapan dan saling sejajar. Dan pada subbab ini akan dibahas tentang cara menentukan luas dan keliling dari bangun datar Trapesium.

 

Prisma adalah bangun ruang yang memiliki bidang alas dan bidang atas (atap/tutup) yang sejajar dan kongruen (sama), lalu sisi lainnya berbentuk jajar genjang atau persegi panjang yang tegak lurus ataupun tidak tegak lurus terhadap bidang alas dan bidang atasnya. Prisma segitiga adalah prisma yang bentuk alas dan atapnya berbentuk segitiga. Dan pada subbab ini akan dibahas tentang sifat – sifat bangun ruang Prisma tegak Segitiga.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Bangun di bawah ini disebut . . .

 

BAB 22 SIFAT - SIFAT BANGUN (Contoh Soal - Prisma)

Prisma adalah bangun ruang yang memiliki bidang alas dan bidang atas (atap/tutup) yang sejajar dan kongruen (sama), lalu sisi lainnya berbentuk jajar genjang atau persegi panjang yang tegak lurus ataupun tidak tegak lurus terhadap bidang alas dan bidang atasnya. Prisma segitiga adalah prisma yang bentuk alas dan atapnya berbentuk segitiga. Dan pada subbab ini akan dibahas tentang sifat – sifat bangun ruang Prisma tegak Segitiga.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Bangun di bawah ini disebut . . .

 

 

Head Office

Alamat lengkap kantor pusat kami

 Jl. Telaga Murni 1, Ruko Danau Sunter Mas No. D3 & D5, Sunter Jaya, Tanjung Priok - Jakarta Utara

 (021) 2265 2392/94 ext 100 WA 0878 8361 3000

 Fax. (021) 6531 3626

Our Testimonial

Apa kata mereka tentang seratus institute

seratusinstitute.com adalah suatu website yang sangat bermanfaat terutama buat kami para pelajar karena dapat belajar matematika, fisika, kimia dimanapun dan kapanpun. Juga karena terdapat video belajar yang dapat dilihat berulang-ulang sehingga kami dapat mengingat pelajaran dengan baik

Raisa Riupassa

Kelas 10 - SMA Santa Ursula, Bsd

Our Social Media

Gabung dan ikuti social media kami

TOP