Produk Matematika Kelas 4 SD

Berikut ini contoh video pelajaran Matematika Kelas 4 SD

Detail Materi

Di bilangan cacah diketahui istilah nama bilangan, lambang bilangan, nilai tempat dan nilai angka.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini :

Selisih nilai angka 1 dan 5 pada bilangan 140.752 adalah . . .

Menaksir operasi hitung adalah memperkirakan hasil operasi hitung. Penaksiran terbagi menjadi :

  1. Taksiran Atas

Taksiran atas dilakukan dengan membulatkan ke atas bilangan-bilangan dalam operasi hitung.

       b. Taksiran Bawah

Taksiran bawah dilakukan dengan membulatkan ke bawah bilangan-bilangan dalam operasi hitung.

       c. Taksiran Terbaik

Taksiran terbaik dilakukan dengan membulatkan bilangan-bilangan dalam operasi hitung menurut aturan pembulatan.


Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

                      1.709 – 325 = . . .

Taksiran tinggi             =  . . .

Taksiran rendah          =  . . .

Taksiran terbaik           =  . . .

 

Sifat komutatif juga disebut dengan sifat pertukaran. Apabila ada penjumlahan atau perkalian dua buah bilangan. Jika kedua bilangan ditukarkan hasilnya tetap sama.

    a). Sifat komutatif pada penjumlahan, bentuknya: a + b = b + a

    b). Sifat komutatif pada perkalian, bentuknya: a x b = b x a

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini :

Hitunglah dengan menggunakan sifat komutatif !

39  \(\times\)  56  =  . . . \(\times\)  39

 

Dalam operasi hitung penjumlahan terdapat beberapa contoh cara seperti :

a. Positif + Negatif
   Contoh :
   6 + (-5) = 6 - 5 = 1
   6 + (-7) = 6 - 7 = -1
b. Negatif + Positif
   Contoh :
   -6 + 5 = 5 - 6 = -1
   -6 + 7 = 7 - 6 = 1
c. Negatif + Negatif
   Contoh :
   -6 + ( -5 ) = -11
   -6 + ( -7 ) = -13

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini :

Gunakan garis bilangan untuk menyelesaikan soal berikut ini!

-7 + (-9) = . . .

 

Menurut sejarah, bilangan Romawi sudah ada sejak 300 SM. Awalnya sistem  perhitungannya diadaptasi dari system perhitungan milik bangsa Etruscan. Begitupun bilangan-bilangannya, mirip banget dengan bilangan-bilangan milik bangsa Etruscan (disimbolkan berdasarkan huruf dan gambar). Angka 'I' dan 'V' dalam bilangan Romawi terinspirasi dari bentuk tangan. Garis yang miring mewakili jempol. Yang kemudian menjadi simbol '5' yang merupakan alat hitung alami. Sedangkan angka X lambang dari '10', adalah gabungan dua garis miring yang melambangkan '5'. Dan 'L' ,'C' ,'D', dan 'M', yang secara urut mewakili '50', '100', '500', dan '1.000', merupakan modifikasi dari simbol 'V' dan 'X'.

Secara umum, bilangan Romawi terdiri dari 7 angka (dilambangkan dengan huruf) sebagai berikut.
I melambangkan bilangan 1
V melambangkan bilangan 5
X melambangkan bilangan 10
L melambangkan bilangan 50
C melambangkan bilangan 100
D melambangkan bilangan 500
M melambangkan bilangan 1000

     Contoh

Bilangan terkecil dari LXIV, XLVIII, LXXXV dan LXXII adalah . . .

Kelipatan suatu bilangan merupakan bilangan-bilangan hasil penjumlahan dengan bilangan yang sama secara terus menerus atau hasil perkalian bilangan tersebut dengan bilangan asli. Selain kelipatan, setiap bilangan juga mempunyai faktor. Faktor adalah pembagi dari suatu bilangan, yaitu bilangan-bilangan yang membagi habis bilangan tersebut.

Kelipatan dan faktor persekutuan adalah kelipatan atau faktor yang sama dari bilangan-bilangan tersebut. 

Kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari dua bilangan adalah kelipatan persekutuan bilangan - bilangan tersebut yang nilainya paling kecil. KPK dari dua buah bilangan atau lebih adalah bilangan bukan nol (0) yang merupakan anggota terkecil dari himpunan kelipatan persekutuan bilangan-bilangan itu.

Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari beberapa bilangan merupakan faktor bersama yang terbesar dari beberapa bilangan. FPB dari dua bilangan atau lebih adalah bilangan terbesar dari faktor-faktor persekutuan bilangan-bilangan itu.

Kelipatan suatu bilangan dapat ditentukan dengan cara mengalikan suatu bilangan dengan bilangan asli secara berurutan.

Contoh :

Kelipatan dari 8 adalah 8,16,24,32,...

Kelipatan dari 15 adalah 15,30,45,60,...

Kelipatan persekutuan adalah bilangan yang sama dan merupakan kelipatan kedua bilangan atau lebih.
Contoh:
Kelipatan Persekutuan dari 4 dan 6 :
Kelipatan dari 4 adalah 4,8,12,16,20,24,28,32,36,40,44,48,...
Kelipatan dari 6 adalah 6,12,18,24,30,36,42,48,54,...
Kelipatan persekutuan dari 4 dan 6 adalah 12,24,36,48,...

 

Pecahan dapat diurutkan dari yang terbesar atau dari yang terkecil. Ada beberapa cara mengurutkan pecahan yaitu, jika penyebut sudah sama maka tinggal diurutkan pembilangnya (sesuai soal dari terkecil atau dari terbesar). Apabila dua pecahan memiliki penyebut yang sama, pecahan yang memiliki pembilang yang lebih besar, nilainya lebih besar daripada pecahan yang pembilangnya lebih kecil. Apabila dua pecahan memiliki pembilang yang sama, maka pecahan yang penyebutnya lebih besar, nilainya lebih kecil daripada pecahan yang penyebutnya lebih kecil.

 

Jarum jam terdiri dari jarum detik, jarum menit, dan jarum yang menunjukkan jam. Dalam ukuran sudut dikenal juga istilah satuan derajat, menit, dan detik yang pengertiannya berbeda dengan satuan menit, detik pada satuan waktu. Dan kali ini akan dijelaskan tentang menghitung besar sudut yang dibentuk oleh jarum jam dalam hal ini adalah jarum  menit (jarum panjang) dan jarum jam (jarum pendek). Sudut antara 2 jarum jam artinya sudut terkecil yang dibentuk oleh 2 jarum jam saat jarum tersebut menunjukkan suatu waktu tertentu. Perhatikan gambar di bawah ini:

Perlu diketahui bahwa jarum jam panjang jika berputar satu putaran penuh selama 60 menit dan 1 putaran = 360o didapat hubungan:

60 menit = 360o

1 menit   = 360o \(\div\) 60 = 6°

sehingga hal ini berarti jika jarum jam panjang bergerak 1 menit maka sudut yang dibentuk antara tempat awal dan akhir jarum panjang sebesar 6o. Selanjutnya untuk jarum jam pendek jika berputar satu putaran penuh itu artinya jarum bergerak selama 12 jam dari hal itu kita akan mendapatkan:

12 jam = 360o

1 jam   = 360o \(\div\) 12 = 30°

sehingga hal ini berarti jika jarum jam pendek bergerak 1 jam maka sudut yang dibentuk antara tempat awal dan akhir jarum sebesar 30o. Dan satu hal lagi yang kita harus ingat bahwa 1 jam = 60 menit.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh di bawah ini:

Tentukan besar sudut terkecil pada pukul 16.00!

 

Pencerminan (refleksi) adalah kegiatan membuat bayangan benda tepat sama dengan aslinya. Pada pencerminan ada garis sebagai sumbu atau pusat yang disebut cermin.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Gambarkanlah bayangan hasil pencerminan dari bangun ABCDEFGH di bawah ini!

Pada subbab ini akan dijelaskan tentang satuan waktu dan cara menghitungnya. Perlu diingat untuk satuan waktu seperti :

1 abad          = 100 tahun

1 dasawarsa = 10 tahun

1 Windu       = 8 tahun

1 tahun        = 12 bulan

Pada subbab kali ini akan dibahas tentang cara menentukan luas dan keliling bangun datar lingkaran yang diarsir.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Hitunglah luas dan keliling daerah yang diarsir di bawah ini!

Penyajian data merupakan salah satu materi pembelajaran matematika yang ada di SD yang terdiri dari kegiatan mengumpulkan dan membaca data, mengolah dan menyajikan data. Data yang telah dikumpulkan dapat disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Data yang telah disajikan dalam bentuk diagram dapat mempermudah dalam membaca dan menafsirkan data tersebut. Ada empat macam diagram yaitu diagram gambar, diagram batang, diagram lingkaran dan diagram garis.

 

Untuk menentukan skala, jarak peta dan jarak sebenarnya dapat dihitung dengan menggunakan rumus.

Rumusnya adalah sebagai berikut :

Jarak Peta = Skala × Jarak Sebenarnya

Jarak Sebenarnya = Jarak Peta ÷ Skala

Skala = Jarak Peta ÷ Jarak Sebenarnya

 

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:

Jarak sesungguhnya kota P – Q adalah 20 km. Jarak di peta 2 cm. Berapa skala peta itu ?

Koordinat adalah bilangan yang dipakai untuk menunjukan lokasi suatu titik di garis permukaan atau ruang. Sedangkan sumbu koordinat adalah garis lurus yang di dalamnya tertulis bilangan-bilangan. Garis (sumbu) mendatar/horizontal atau sumbu absis adalah sumbu X. Garis (sumbu) tegak/vertikal atau sumbu ordinat adalah sumbu Y. Titik pusat koordinat kartesius ditunjukan oleh titik O (0,0).

Pada sumbu X, dari titik 0 ke kanan dan seterusnya merupakan bilangan positif, sedangkan dari titik 0 ke kiri dan seterusnya merupakan bilangan negatif. Pada sumbu Y, dari titik 0 ke atas merupakan bilangan positif, dan dari titik 0 ke bawah merupakan bilangan negatif. Garis tegak lurus pada bidang kartesius, membagi bidang menjadi empat bagian,yang dinamakan kuadran, yaitu kuadran 1, kuadran 2, kuadran 3 dan kuadran 4. Pada kuadran 1 nilai X dan Y positif, pada kuadran 2 nilai X negatif dan nilai Y positif, pada kuadran 3 nilai X dan Y negatif, dan pada kuadran 4 nilai X positif dan nilai Y negatif.

Pada subbab ini akan dipelajari tentang cara menentukan letak persamaan garis pada bidang koordinat.

Perhatikan contoh soal berikut ini:

Tentukan letak persamaan garis X + Y = 6 pada bidang koordinat!

Kubus adalah suatu bangun ruang yang dibatasi oleh enam buah sisi berbentuk persegi yang kongruen (sama besar).  Bidang/sisi adalah bagun datar yang memisahkan antara bagian dalam dan bagian luar. Rusuk adalah pertemuan dua sisi kubus yang berupa garis (garis potong antara sisi-sisi kubus). Rusuk pada kubus panjangnya sama besar. Titik sudut pada kubus adalah titik temu atau titik potong ketiga rusuk (titik  pojok kubus). Dan pada subbab ini akan dibahas tentang sifat – sifat bangun ruang Kubus.

 

BAB 15 - SIFAT - SIFAT BANGUN (Kubus)

Kubus adalah suatu bangun ruang yang dibatasi oleh enam buah sisi berbentuk persegi yang kongruen (sama besar).  Bidang/sisi adalah bagun datar yang memisahkan antara bagian dalam dan bagian luar. Rusuk adalah pertemuan dua sisi kubus yang berupa garis (garis potong antara sisi-sisi kubus). Rusuk pada kubus panjangnya sama besar. Titik sudut pada kubus adalah titik temu atau titik potong ketiga rusuk (titik  pojok kubus). Dan pada subbab ini akan dibahas tentang sifat – sifat bangun ruang Kubus.

 

 

Head Office

Alamat lengkap kantor pusat kami

 Jl. Telaga Murni 1, Ruko Danau Sunter Mas No. D3 & D5, Sunter Jaya, Tanjung Priok - Jakarta Utara

 (021) 2265 2392/94 ext 100 WA 0878 8361 3000

 Fax. (021) 6531 3626

Our Testimonial

Apa kata mereka tentang seratus institute

seratusinstitute.com adalah suatu website yang sangat bermanfaat terutama buat kami para pelajar karena dapat belajar matematika, fisika, kimia dimanapun dan kapanpun. Juga karena terdapat video belajar yang dapat dilihat berulang-ulang sehingga kami dapat mengingat pelajaran dengan baik

Raisa Riupassa

Kelas 10 - SMA Santa Ursula, Bsd

Our Social Media

Gabung dan ikuti social media kami

TOP