Produk Kimia Kelas 11 SMA

Berikut ini contoh video pelajaran Kimia Kelas 11 SMA

Detail Materi

TATA NAMA ALKENA

  • Rantai utama harus mengandung ikatan rangkap dan dipilih yang terpanjang. Nama rantai utama juga mirip dengan alkana dengan mengganti akhiran -ana dengan -ena. Sehingga pemilihan rantai atom C terpanjang dimulai dari C rangkap ke sebelah kanan atau kirinya dan dipilih yang terpanjang.
  • Nomor posisi ikatan rangkap ditulis di depan nama rantai utama dan dihitung dari ujung  sampai letak ikatan rangkap yang nomor urut C nya terkecil.
  • Urutan nomor posisi rantai cabang sama seperti urutan penomoran ikatan cabang rantai  utama.

Contoh soal :

Beri nama senyawa dibawah ini:

CH2CCHCH (C2H5)CH3

 

Perubahan entalpi reaksi dapat ditentukan dengan menggunakan suatu alat yang disebut kalorimeter (alat pengukur kalor). Dalam kalorimeter, zat yang akan direaksikan dimasukkan ke dalam tempat reaksi. Tempat ini dikelilingi oleh air yang telah diketahui massanya. Kalor reaksi yang dibebaskan terserap oleh air dan suhu air akan naik. Perubahan suhu air ini diukur dengan termometer. Kalorimeter ditempatkan dalam wadah terisolasi yang berisi air untuk menghindarkan terlepasnya kalor.

\(Q = m . c . \Delta T \)

Contoh soal :

Jika untuk mendidihkan 15 L air yang suhunya 26 oC digunakan gas C2H6 yang dibakar.

Tentukan berapa gram gas C2H6 yang diperlukan, jika diketahui: ΔHc C2H6 = -1554 kJ/mol, kalor jenis air 4,2 J/goC.

(Kalor yang hilang karena tempat dan radiasi diabaikan).

 

Untuk reaksi kimia:

 \(aA + bB \rightarrow pP +qQ\)

hubungan antara laju reaksi dengan molaritas adalah

\(v = k [A]^n [B]^m\)

dengan:

  • v = Laju reaksi
  • k = Konstanta laju reaksi
  • m = Orde reaksi zat B
  • n = Orde reaksi zat A

Orde reaksi zat A dan zat B hanya bisa ditentukan melalui percobaan.

 

Dari sebuah percobaan di dapatkan data sebagai berikut :

Tulis persamaan laju reaksinya!

Keadaan Kesetimbangan kimia adalah suatu keadaaan dimana konsentrasi seluruh zat tidak lagi mengalami perubahan, sebab zat-zat diruas kanan terbentuk dan terurai kembali dengan kecepatan yang sama. Keadaan kesetimbangan ini bersifat dinamis, artinya reaksi terus berlangsung dalam dua arah dengan kecepatan yang sama. Pada keadaan kesetimbangan tidak mengalami perubahan secara mikrokopis (perubahan yang dapat diamati atau diukur).

Kesetimbangan kimia dibedakan atas kesetimbangan homogen dan kesetimbangan heterogen. Pada kesetimbangan homogen semua zat yang ada dalam sistem kesetimbangan memiliki fase yang sama ada dalam bentuk gas, larutan. Sedangkan kesetimbangan heterogen semua zat-zat yang ada dalam sistem kesetimbangan memiliki fase yang berbeda dalam bentuk padat-gas, padat-larutan.

Sehingga dapat disimpulkan Ciri-Ciri Kesetimbangan kimia :

  • Hanya terjadi dalam wadah tertutup, pada suhu dan tekanan tetap
  • Reaksinya berlangsung terus-menerus (dinamis) dalam dua arah yang berlawanan
  • Laju reaksi maju (ke kanan) sama dengan laju reaksi balik (ke kiri)
  • Semua komponen yang terlibat dalam reaksi tetap ada
  • Tidak terjadi perubahan yang sifatnya dapat diukur maupun diamati.

pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai logaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bukanlah skala absolut. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional.

pH adalah tingkat keasaman atau kebasaan suatu benda yang diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14. Sifat asam mempunyai pH antara 0 hingga 7 dan sifat basa mempunyai nilai pH 7 hingga 14

 

Ke dalam 5 L larutan NaOH yang pH nya 12 – log 5 dialirkan gas hidrogen klorida (P,T) hingga pH larutan menjadi 2 + log 2.

Berapa mL gas HCl telah dialirkan? Diketahui massa 5 L gas NO (P,T) = 6 g.

 

Larutan penyangga, larutan dapar, atau buffer adalah larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari larutan penyangga ini adalah pH-nya hanya berubah sedikit dengan pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat.

Contoh Soal :

Ke dalam 2 L larutan HCOOH 0,1 M ditambahkan padatan NaOH sehingga pH larutan menjadi 5.

Jika Ka = 2 × 10-4 dan Mr NaOH = 40, tentukanlah jumlah NaOH yang ditambahkan !

 

Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah mengalami hidrolisis sempurna

Garam ini terionisasi dalam air menghasilkan ion-ion. Kation dan Anion keduanya berasal dari asam lemah dan basa lemah. Kedua ion tersebut mengalami hidrolisis sempurna. Garam yang termasuk jenis ini antara lain: CH3COONH4, (NH4)2CO3, NH4CN.

Contoh:

CH3COONH4 dalam air akan terionisasi sebagai berikut:

CH3COONH4 CH3COO- + NH4+

Perhatikan reaksi hidrolisis yang terjadi pada garam CH3COONH4!

CH3COO- + H2 CH3COOH + OH-

NH4+(aq) + H2O(aq)  NH3(aq) + H3O+(aq)

Pada hasil reaksi terdapat ion OH- dan H+. Jadi garam ini mungkin bersifat basa, asam, atau netral.

Konsentrasi ion OH- dan H+ bergantung pada harga Ka (konstanta ionisasi asam lemah) dan Kb (konstanta ionisasi basa lemah).

Bagaimana hubungan antara Kadan Kb?

1. Jika harga Ka > Kb, berarti konsentrasi ion H+ lebih banyak dari ion OH- sehingga garam bersifat asam.

2.Jika harga Ka < Kb, berarti konsentrasi ion H+ lebih sedikit dari ion OH- sehingga garam bersifat basa.

3. Jika harga Ka= Kb, berarti konsentrasi ion H+ sama dengani ion OH- sehingga garam bersifat netral.

Istilah kelarutan (solubility) digunakan untuk menyatakan jumlah maksimal zat yang dapat larut dalam sejumlah tertentu pelarut. Kelarutan (khususnya untuk zat yang sukar larut) dinyatakan dalam satuan mol.L–1. Jadi, kelarutan (s) sama dengan molaritas (M).

Hasil kali kelarutan(Ksp) adalah hasil kali konsentrasi ion-ion dalam larutan jenuh dipangkatkan koefisien masing-masing

 

Contoh Soal:

Berapakah kelarutan kalsium oksalat dalam 0,15 M kalsium klorida ? Ksp CaC2O4 = 2,3 × 10-9

 

Reaksi Penetralan adalah reaksi antara asam dan basa, asam adalah zat yang terdapat dalam air, yang dapat memberikan ion Hidrogen (H+) atau ion Hidronium (H3O+) bila dilarutkan dalam air. Sedangkan Basa adalah zat dalam air menghasilkan ion hidroksi atau zat dapat dapat memperbesar konsentrasi ion OH dalam air. Beda dengan reaksi penggaraman karena semua elektrolit yang tersusun dari kation selain H serta anion OH dan menghasilkan suatu garam dan sering disebut reaksi penggaraman.Zat-zat yang dihasilkan yang berbentuk kristalin disebut garam oleh ahli-ahli kimia zaman dulu. Pembentukan garam seakan-akan merupakan hasil dari suatu proses kimia sejati. Tetapi ini sebenarnya keliru. Lebih tepat dikatakan bahwa reaksi netralisasi sebagai penggabungan ion-ion secara kimia. Zat-zat atmosfer, atau amfolit mampu melangsungkan reaksi netralisasi baik dengan asam maupun basa dan sifat ini disebut dengan sifat amfoter

Reaksi asam basa merupakan reaksi kimia yang melibatkan reagen asam dan reagen basa yang menghasilkan air dan garam. Reagen asam yang dipakai dapat berupa asam kuat maupun asam lemah. Begitupun dengan reagen basa yang dipakai dapat berupa basa kuat dan basa lemah.
Apabila asam kuat direaksikan dengan basa kuat maka akan menghasilkan garam netral, dengan pH = 7. Apabila asam kuat direaksikan dengan basa lemah maka akan menghasilkan garam dengan sifat asam. Apabila asam lemah direaksikan dengan basa kuat maka akan menghasilkan garam dengan sifat basa. Apabila asam lemah direaksikan dengan basa lemah maka akan menghasilkan garam dengan sifat yang tergantung pada nilai ka maupun kb.
Contoh reaksi asam basa adalah reaksi antara asam asetat dan natrium hidroksida yang jika direaksikan maka akan menghasilkan natrium asetat dan air.

Koloid merupakan suatu bentuk campuran fase peralihan homogen (sejenis) menjadi heterogen.

JENIS – JENIS KOLOID

Berdasarkan fase zat terdispersi, sistem koloid terbagi 3, yaitu sol, emulsi, dan buih.
 
  • Sol, fase terdispersinya padat.
  • Emulsi, fase terdispersinya cair.
  • Buih, fase terdispersinya gas.

Head Office

Alamat lengkap kantor pusat kami

 Jl. Telaga Murni 1, Ruko Danau Sunter Mas No. D3 & D5, Sunter Jaya, Tanjung Priok - Jakarta Utara

 (021) 2265 2392/94 ext 100 WA 0878 8361 3000

 Fax. (021) 6531 3626

Our Testimonial

Apa kata mereka tentang seratus institute

seratusinstitute.com adalah suatu website yang sangat bermanfaat terutama buat kami para pelajar karena dapat belajar matematika, fisika, kimia dimanapun dan kapanpun. Juga karena terdapat video belajar yang dapat dilihat berulang-ulang sehingga kami dapat mengingat pelajaran dengan baik

Raisa Riupassa

Kelas 10 - SMA Santa Ursula, Bsd

Our Social Media

Gabung dan ikuti social media kami

TOP