Produk Kimia Kelas 10 SMA

Berikut ini contoh video pelajaran Kimia Kelas 10 SMA

Detail Materi

Kimia adalah cabang dari ilmu fisik yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi. Ilmu kimia meliputi topik-topik seperti sifat-sifat atom, cara atom membentuk ikatan kimia untuk menghasilkan senyawa kimia, interaksi zat-zat melalui gaya antarmolekul yang menghasilkan sifat-sifat umum dari materi, dan interaksi antar zat melalui reaksi kimia untuk membentuk zat-zat yang berbeda.

Materi dapat dibagi menjadi 2, yaitu : Zat Tunggal dan Campuran. Zat Tunggal hanya terdiri dari 1 materi saja, sedangkan campuran terdiri dari 2 materi atau lebih. Zat Tunggal masih dapat dibagi lagi menjadi 2, yaitu ada Unsur dan Senyawa. Unsur merupakan zat Tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana. Unsur adalah zat yg paling dasar, penyusun segala macam senyawa. Sedangkan senyawa adalah perpaduan dari 2 jenis unsur atau lebih dengan komposisi tertentu, sehingga masih dapat diuraikan menjadi 2 atau lebih zat yang lebih sederhana.

Sama halnya dengan zat Tunggal, Campuran juga masih dapat dibagi lagi menjadi 3, yaitu Larutan, Koloid, dan Suspensi. Larutan merupakan campuran homogen antara 2 zat atau lebih. Koloid merupakan suatu bentuk campuran yang keadaannya berada diantara larutan dengan suspensi. Suspensi merupakan campuran yang kasar dan heterogen.

Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang masih memiliki sifat unsur tersebut. Struktur atom menggambarkan bagaimana partikel-partikel dalam atom tersusun, atom tersusun atas inti atom dan dikelilingi elektron-elektron yang tersebar dalam kulit-kulitnya.

Sebagian besar atom terdiri dari ruang hampa yang dalamnya terdapat inti yang sangat kecil di mana massa dan muatan positifnya dipusatkan dan dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif. Inti atom tersusun atas sejumlah proton dan neutron. Jumlah proton dalam inti atom menentukan muatan inti atom, sedangkan massa atom inti ditentukan oleh banyaknya proton dan neutron.

 

Pada tabel periodik bentuk panjang, juga dikenal istilah periode dan golongan. Penyusunan unsur dengan arah mendatar ke kanan disebut periode, sedangkan penyusunan unsur dengan arah ke bawah disebut golongan. Tabel periodik bentuk panjang terdiri atas 7 periode dan 8 golongan. Adapun tampilan fisik tabel Sistem Periodik Modern, adalah sebagai berikut : Periode dibedakan menjadi periode pendek dan periode panjang, sedangkan golongan dibedakan menjadi golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Periode pendek mencakup periode 1 (terdiri dari 2 unsur), periode 2 (terdiri dari 8 unsur) dan periode 3 (terdiri dari 8 unsur). Sedangkan periode panjang mencakup periode 4 sampai dengan periode 7.

Golongan dan periode dapat ditentukan dengan cara menuliskan konfigurasi elektron. Konfigurasi elektron adalah penataan elektron dalam atom yang ditentukan berdasarkan jumlah elektron.

Pada konfigurasi elektron, jumlah elektron valensi menunjukkan nomor golongan, sedangkan jumlah kulit yang sudah terisi elektron (n terbesar) menunjukkan periode.

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk karena memiliki elektron yang digunakan bersama.

Biasanya ikatan kovalen terjadi antara unsur sesama nonlogam.

Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik, ion-ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya. Elektrolit umumnya berbentuk asam, basa atau garam. Elektrolit kuat identik dengan asam, basa, dan garam kuat.

Contoh soal :

Manakah yang merupakan konduktor yang lebih baik? Jelaskan jawabanmu!

a.  H2SO4 0,1 M atau CH3COOH 0,1 M ?

b.  H2SO4 0,1 M atau H2SO4 0,2 M ?

c.  NaCl 0,1 M atau MgCl2 0,1 M ?

 

Tata nama kimia adalah serangkaian aturan persenyawaan-persenyawaan kimia yang disusun secara sistematis. Tata nama kimia disusun berdasarkan aturan IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry).

Senyawa ionik

Ionik terbentuk dari kation (ion positif) dan anion (ion negatif). Banyak senyawa ionik merupakan senyawa biner, yaitu senyawa yang terbentuk dari hanya dua unsur. Untuk senyawa ionik biner, penamaan dimulai dari kation logam kemudian diikuti anion nonlogam dan diberi akhiran "-ida". Untuk kation yang memiliki lebih dari 1 jenis muatan (bilangan oksidasi), diberi keterangan angka romawi di tengahnya sesuai besarnya muatan.

Senyawa molekular

Senyawa molekular merupakan senyawa biner. Senyawa molekular tersusun atas unsur-unsur non-logam. Penamaan dimulai dari unsur non-logam pertama diikuti nama unsur non-logam yang diberi akhiran -ida. Jika dua unsur non-logam dapat membentuk lebih dari dua jenis senyawa maka digunakan awalan Yunani, suatu awalan yang sesuai dengan indeks dalam rumus kimianya.

Contoh soal :

Berilah nama senyawa-senyawa berikut :

a.  KCl

b.  K2O

c.  CaCl2

d.  NaH

e.  Mg3N2

f.  AlBr3

g.  Cl2O

h.  P2O5

i.  Br2O3

j.  BF3

k. CBr4

l.  HI

 

Dalam ilmu kimia, stoikiometri (kadang disebut stoikiometri reaksi untuk membedakannya dari stoikiometri komposisi) adalah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia (persamaan kimia). Kata ini berasal dari bahasa Yunani stoikheion (elemen) dan metriā (ukuran).

Dengan mengetahui koefisien persamaan reaksi maka jumlah mol suatu zat dalam persamaan reaksi telah diketahui. Mol zat yang telah diketahui dapat digunakan untuk menentukan massa zat yang diperlukan dalam suatu reaksi. Karena hal tersebut koefisien reaksi disebut sebagai dasar stoikiometri reaksi.

Contoh soal :

Sebanyak 7,8 gram paduan logam magnesium dan aluminium dilarutkan dalam asam klorida menghasilkan  8,96 L gas H2 ( STP ). Tentukan komposisi paduan logam tersebut ?

(Ar Mg=24, Al=27, H=1 Cl=35,5 )

 

BAB 8 STOIKIOMETRI (Contoh Soal - Hitungan yang Melibatkan Campuran)

Dalam ilmu kimia, stoikiometri (kadang disebut stoikiometri reaksi untuk membedakannya dari stoikiometri komposisi) adalah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia (persamaan kimia). Kata ini berasal dari bahasa Yunani stoikheion (elemen) dan metriā (ukuran).

Dengan mengetahui koefisien persamaan reaksi maka jumlah mol suatu zat dalam persamaan reaksi telah diketahui. Mol zat yang telah diketahui dapat digunakan untuk menentukan massa zat yang diperlukan dalam suatu reaksi. Karena hal tersebut koefisien reaksi disebut sebagai dasar stoikiometri reaksi.

Contoh soal :

Sebanyak 7,8 gram paduan logam magnesium dan aluminium dilarutkan dalam asam klorida menghasilkan  8,96 L gas H2 ( STP ). Tentukan komposisi paduan logam tersebut ?

(Ar Mg=24, Al=27, H=1 Cl=35,5 )

 

 

Head Office

Alamat lengkap kantor pusat kami

 Jl. Telaga Murni 1, Ruko Danau Sunter Mas No. D3 & D5, Sunter Jaya, Tanjung Priok - Jakarta Utara

 (021) 2265 2392/94 ext 100 WA 0878 8361 3000

 Fax. (021) 6531 3626

Our Testimonial

Apa kata mereka tentang seratus institute

seratusinstitute.com adalah suatu website yang sangat bermanfaat terutama buat kami para pelajar karena dapat belajar matematika, fisika, kimia dimanapun dan kapanpun. Juga karena terdapat video belajar yang dapat dilihat berulang-ulang sehingga kami dapat mengingat pelajaran dengan baik

Raisa Riupassa

Kelas 10 - SMA Santa Ursula, Bsd

Our Social Media

Gabung dan ikuti social media kami

TOP